GORONTALO UTARA — Rumput laut yang selama ini melimpah di perairan Kabupaten Gorontalo Utara kini diarahkan menjadi bahan baku pangan olahan bernilai jual. Ipemi menggandeng pelaku UMKM untuk mengolah komoditas tersebut sebagai pemasok kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelatihan ini menyasar UMKM di wilayah penghasil rumput laut, mengingat produksi budi daya di daerah tersebut cukup konsisten sepanjang tahun.
Pasar MBG Jadi Incaran Utama Pelaku UMKM
Ketua Ipemi Gorontalo Utara Fitri Yusup Husain menyebut program MBG menjadi peluang pasar paling potensial bagi produk olahan rumput laut. Olahan pangan berbasis rumput laut memiliki kualitas gizi yang baik, sehingga cocok memenuhi kebutuhan gizi dalam program pemerintah tersebut.
"Ipemi optimistis langkah ini sangat produktif bagi pelaku UMKM di daerah ini, serta menjadi peluang pasar yang menjanjikan bagi para petani rumput laut," kata Fitri di Gorontalo Utara, Senin.
Setelah para pelaku UMKM terlatih, Ipemi siap memfasilitasi pemasaran produk. Dapur SPPG menjadi target utama penjualan hasil olahan tersebut.
Tiga Kecamatan Penyangga Produksi Rumput Laut
Pasokan bahan baku dinilai tidak akan terkendala. Beberapa kecamatan penghasil rumput laut beroperasi konsisten, di antaranya Kecamatan Kwandang, Anggrek, dan Ponelo Kepulauan.
Produksi yang melimpah ini menjadi alasan Ipemi mendorong pemanfaatan rumput laut sebagai bahan dasar utama pengolahan makanan, bukan lagi sekadar komoditas mentah yang dijual apa adanya.
Rantai Ekonomi dari Petani hingga Dapur SPPG
Gerakan ini sudah mulai berjalan di Desa Bulalo, Kecamatan Kwandang. Ipemi mempertemukan petani rumput laut, pelaku UMKM, dan pihak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam satu kesepakatan rantai pasok.
Petani didorong menjual hasil panen melalui BUMDes. Selanjutnya, pelaku UMKM membeli bahan baku dari BUMDes untuk diolah menjadi produk pangan siap jual.
"Ini akan menjadi rantai ekonomi yang akan saling menguntungkan bagi masyarakat di daerah ini," ujar Fitri.
Hasil olahan dari UMKM kemudian dijual ke dapur SPPG untuk memenuhi kebutuhan program MBG. Dengan pola ini, nilai tambah rumput laut dinikmati sepanjang rantai, tidak hanya berhenti di tangan petani.
Ipemi menilai skema ini mampu menciptakan peluang ekonomi produktif dari hulu ke hilir untuk produk rumput laut yang dihasilkan di Gorontalo Utara.