GORONTALO — Sebanyak 71 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 Provinsi Gorontalo menjalani studi lapangan ke Kota Tomohon, Sulawesi Utara, sejak 30 Agustus hingga 5 September 2026. Mereka mempelajari pengelolaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) dan digitalisasi pemerintahan untuk diadaptasi bagi pengembangan agenda daerah seperti Gorontalo Karnaval Karawo dan Gorontalo Half Marathon.
GORONTALO — Sebanyak 71 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 Provinsi Gorontalo menjalani studi lapangan ke Kota Tomohon, Sulawesi Utara, sejak 30 Agustus hingga 5 September 2026. Mereka mempelajari pengelolaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) dan digitalisasi pemerintahan untuk diadaptasi bagi pengembangan agenda daerah seperti Gorontalo Karnaval Karawo dan Gorontalo Half Marathon.
Kepala BKPSDM Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki menyebut, kunjungan ini diarahkan untuk melihat praktik baik yang telah terbukti berhasil di daerah lain, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Gorontalo.
Mengapa Kota Tomohon Dipilih?
Tomohon dipilih karena memiliki pengalaman mengembangkan TIFF dari kegiatan berskala lokal menjadi agenda yang dikenal internasional. Menurut Budiyanto, peserta dapat belajar bagaimana sebuah program dirancang, dikelola, hingga memberikan dampak terhadap daerah.
"Yang kita harapkan dari studi lapangan ini adalah mereka bisa melihat praktik-praktik baik yang ada di daerah lain, kemudian dibawa pulang dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan daerah kita," katanya.
Digitalisasi Pemerintahan Juga Jadi Fokus
Selain pengelolaan event pariwisata, peserta diarahkan mempelajari penerapan digitalisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan di Tomohon. Budiyanto mengingatkan, aparatur dituntut menghadirkan inovasi yang tidak berhenti pada gagasan, tetapi benar-benar diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola.
"Jadi bukan sekadar datang melihat, tetapi mereka harus bisa mendapatkan sesuatu yang bisa dikembangkan di tempat kerja masing-masing," ujarnya.
Hasil Studi Jadi Bahan Gagasan Perubahan