LIMBOTO — Bantuan dari Bank SulutGo (BSG) untuk Kabupaten Gorontalo tidak hanya berbentuk uang tunai. Dari total alokasi Rp 462 juta, bank daerah itu membagi program ke dalam dua tahap dengan sasaran berbeda: jemaah calon haji dan pengelolaan sampah.
Pimpinan Sementara BSG Limboto, Yela Haliki, menjelaskan bahwa pada tahap pertama, perseroan telah menyalurkan bantuan senilai Rp 163 juta. Dana tersebut digunakan sebagai biaya hidup (living cost) bagi 163 jemaah calon haji asal Kabupaten Gorontalo yang akan berangkat pada musim haji 2026. Masing-masing jemaah mendapat Rp 1 juta.
Tahap Kedua: Motor Sampah dan Sepeda Listrik
Pada tahap kedua yang diserahkan hari ini, BSG mengalokasikan dana Rp 273 juta untuk pengadaan sarana kebersihan. Bantuan tersebut berupa tujuh unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah senilai Rp 39 juta per unit, ditambah satu unit sepeda listrik.
“Dengan demikian, total bantuan yang telah disalurkan adalah Rp 436 juta, sehingga masih terdapat sisa anggaran TJS-KB sebesar Rp 26 juta. Apabila sisa anggaran ini tidak digunakan pada tahun berjalan, maka akan diakumulasikan untuk program TJS-KB pada tahun berikutnya,” ujar Yela.
HUT ke-65 BSG Jadi Momentum
Penyerahan bantuan berlangsung bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PT Bank SulutGo yang ke-65. Yela berharap di usia yang matang ini, kepercayaan masyarakat terhadap BSG terus meningkat dan kontribusi perusahaan bagi daerah semakin kuat.
“Dengan bertambahnya usia PT Bank SulutGo yang kini genap 65 tahun, kiranya semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada PT Bank SulutGo, serta semakin memperkuat peran dan dampak positif perusahaan bagi masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo,” tutupnya.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, jajaran pemerintah daerah, serta para tamu undangan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penggunaan sisa anggaran Rp 26 juta untuk program tahun depan.