GORONTALO — Kepala Stasiun Klimatologi Kelas IV Gorontalo, Merpati Teodoris Nalle, mengungkapkan bahwa dari hasil pemantauan terkini, dua zona musim sudah memasuki musim kemarau. Kedua zona itu adalah ZOM 502 atau Gorontalo 01 yang mencakup wilayah Gorontalo Utara bagian timur, dan ZOM 507 atau Gorontalo 06 yang meliputi sebagian Kota Gorontalo, Bone Bolango bagian barat daya, serta sebagian Gorontalo bagian selatan.
Kriteria Ilmiah Penentuan Musim Kemarau
Merpati menjelaskan, awal musim kemarau ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan per dasarian atau periode sepuluh hari. Suatu daerah dinyatakan memasuki musim kemarau jika curah hujan dalam satu dasarian kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya secara berturut-turut dengan kriteria yang sama.
“Jadi kalau misalnya dalam 10 harian ada hujan tapi kurang dari 50 mm dan diikuti oleh 2 dasarian berikutnya berturut-turut maka kami menetapkan bahwa itu masuk musim kemarau karena curah hujannya kurang dari 50 mm,” ujar Merpati.
Puncak Kemarau Diprediksi pada Dua Bulan ke Depan
Berdasarkan analisis yang dilakukan pada periode April hingga Juni, BMKG mendeteksi adanya anomali suhu muka laut di Nino 3.4 dengan indeks menunjukkan 1,03. Kondisi ini menandakan adanya fenomena El Nino level kuat yang memengaruhi pola cuaca di Gorontalo.
“Prediksi kami puncak musim kemarau di Provinsi Gorontalo itu sekitar Agustus dan September,” kata Merpati. Ia menambahkan, dari delapan zona musim yang diprediksi, sebanyak 50 persen wilayah diproyeksikan mengalami puncak kemarau pada Agustus, khususnya di ZOM 502, 503, 505, 506, dan 509.
Wilayah Terdampak: Dari Gorontalo Utara hingga Boalemo
Beberapa zona musim yang telah memasuki kemarau berada di daerah Gentumaraya dan sekitarnya, serta Taludiki di Boalemo. Sementara itu, ZOM 503 mencakup sebagian Gorontalo Utara bagian utara dan sedikit wilayah Pohuwato bagian utara. ZOM 505 meliputi sebagian Pohuwato bagian tengah dan Boalemo bagian barat laut.
ZOM 506 mencakup sebagian wilayah Kabupaten Gorontalo, sedangkan ZOM 508 meliputi sebagian kecil Boalemo bagian selatan, termasuk daerah Tilamuta dan Dulupi. ZOM 509 menjadi bagian dari zonasi iklim di Kabupaten Gorontalo.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah-daerah tersebut untuk mulai mengantisipasi potensi kekeringan dan dampak lain yang menyertai musim kemarau, terutama pada puncaknya di Agustus dan September mendatang.