Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mencatat lebih dari 2.500 orang telah mendaftar menjadi relawan MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, hanya dalam lima hari pertama pendaftaran. Mayoritas pendaftar atau sekitar 60 persen merupakan warga lokal Lombok Tengah yang bersaing ketat untuk mengisi posisi vital seperti marshal, hospitality, hingga keamanan.
LOMBOK TENGAH — Antusiasme masyarakat untuk terlibat dalam gelaran balap motor kelas dunia itu melonjak tajam sejak rekrutmen dibuka pada 24 Agustus 2026. Human Capital dan General Affair Manager MGPA Nurjanah Firdaus Dewi mengungkapkan, jumlah peserta yang hadir pada hari pertama wawancara langsung mencapai tiga kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Animo masyarakat untuk menjadi bagian dari kesuksesan gelaran berskala internasional ini melonjak tajam," kata Nurjanah di Lombok Tengah, Sabtu (30/8).
Warga Lokal Jadi Prioritas Utama Rekrutmen
MGPA menegaskan komitmennya untuk mengutamakan putra-putri daerah dalam perekrutan kali ini. Dari total pendaftar, komposisi warga Lombok Tengah mendominasi hingga 60 persen, disusul peserta dari Kota Mataram, Lombok Barat, dan sejumlah daerah lainnya di luar Pulau Lombok.
"Tapi yang kami utamakan dari dalam daerah dulu," cetus Nurjanah.
Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar sirkuit. Para calon relawan bersaing untuk mengisi posisi vital, mulai dari petugas kebersihan, manajemen, keamanan, kontrol keramaian, hingga bagian tiket.
Bersaing Ketat di Posisi Hospitality dan Marshal
Proses seleksi dilakukan secara ketat melalui wawancara awal yang menilai pengalaman, kualifikasi teknis, serta keramahan calon relawan. Khusus untuk posisi hospitality, MGPA menerapkan standar penilaian yang lebih tinggi dari sekadar penampilan fisik.
"Khusus untuk hospitality, ketentuannya tidak sekadar murah senyum, tetapi juga harus ramah, rapi, dan bersih," jelas Nurjanah.
Lonjakan pendaftar yang signifikan sempat membuat alur antrean di lokasi wawancara menjadi padat. MGPA pun bergerak cepat dengan mengevaluasi alur, menyediakan ruang tunggu khusus, serta mendistribusikan air minum demi kenyamanan para peserta seleksi.
Kesempatan Emas Mahasiswa Lokal Asah Kemampuan
Bagi kalangan mahasiswa, ajang internasional ini menjadi sarana membuktikan kapasitas diri dan mengumpulkan pengalaman kerja berskala global. Intan Karina Lestari, mahasiswi semester akhir Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram asal Lombok Tengah, mengaku antusias melamar di posisi ticketing setelah sebelumnya berpengalaman di ajang GT World Challenge Asia.
"Saya senang bertemu banyak orang dan mencari pengalaman. Apalagi sirkuit ini ada di Lombok Tengah, tempat tinggal saya. Tentu saya ingin berpartisipasi dan memanfaatkan keberadaan sirkuit ini sebaik-baiknya," ujarnya.
Hal senada diutarakan Dion, mahasiswa semester enam Poltekpar Lombok asal Praya. Ini merupakan kali ketiga dirinya mendaftar untuk posisi ticketing dan hospitality. Ia menilai ajang ini menjadi tempat yang tepat untuk mengasah kemampuan interpersonal yang didapatnya di bangku kuliah.
"Saya ingin ilmu yang didapat di bangku kuliah tidak sia-sia. Ajang ini sangat tepat untuk mengasah interpersonal skill," katanya.
Pendaftaran relawan masih akan dibuka hingga 31 Agustus mendatang. MGPA berkomitmen memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan terstruktur, tertib, dan tetap mempertahankan kenyamanan seluruh peserta hingga pengumuman akhir.