GORONTALO — Ratusan pegawai hingga pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo bakal meninggalkan meja kerja sejenak pada Jumat pekan depan. Mereka diinstruksikan mengikuti Salat Istisqa di Lapangan Taruna Remaja, sebuah langkah kolektif menghadapi musim kemarau yang tak kunjung usai.
Kabag Kesra Kota Gorontalo, Sukamto Mooduto, menyebut ibadah ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kepasrahan sekaligus permohonan agar Allah SWT segera menurunkan hujan.
"Salat Istisqa ini merupakan ikhtiar spiritual kita untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan, terutama dalam kondisi kemarau yang cukup panjang," ujarnya dalam keterangan yang diterima Suaranet.com.
Imam dan Khatib Salat Istisqa Kota Gorontalo
Rangkaian ibadah akan dipimpin Imam Hi. Yudin Mohamad, M.Pd. Adapun khutbah disampaikan oleh Hi. Syaifudin Mateka, S.Ag. Keduanya dijadwalkan hadir memimpin jalannya salat yang digelar terbuka untuk publik.
Sukamto menjelaskan, Salat Istisqa merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan ketika kekeringan melanda atau hujan tidak turun dalam waktu cukup lama. Pelaksanaannya dilakukan berjamaah di lapangan terbuka, kemudian dilanjutkan dengan khutbah khusus.
Seluruh ASN dan Pejabat Wajib Hadir
Instruksi ini tidak main-main. Seluruh elemen pemerintahan mulai dari asisten, staf ahli, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), direktur, kepala bagian Setda, camat, hingga lurah diwajibkan hadir.
"Seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo juga akan dilibatkan dalam pelaksanaan Salat Istisqa," lanjut Sukamto.
Pemkot berharap partisipasi masyarakat luas menjadi kunci utama. "Harapannya bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat bisa ikut mengambil bagian dalam ikhtiar ini. Kita berdoa bersama agar Allah SWT memberikan hujan dan kondisi kekeringan ini segera berakhir," katanya.
Antisipasi Bencana Kekeringan dan Kebakaran
Di balik pendekatan spiritual, Pemkot Gorontalo tetap bergerak di jalur teknis. Pemerintah daerah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk menekan risiko yang muncul akibat cuaca kering berkepanjangan.
Perhatian utama tertuju pada dua hal: dampak kekeringan yang mengancam ketersediaan air bersih, serta meningkatnya potensi kebakaran karena lingkungan yang semakin kering. Langkah teknis ini berjalan paralel dengan ikhtiar doa bersama yang telah dijadwalkan.