GORONTALO — Upaya menurunkan angka stunting tidak cukup hanya dengan intervensi setelah anak lahir. Pegadaian Syariah memilih titik awal yang lebih fundamental: memastikan kesehatan janin sejak dalam kandungan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) gratis bagi ibu hamil di Bengkulu.
Program yang dijalankan bersama POGI Bengkulu ini merupakan bagian dari inisiatif Merdeka Stunting 2026. Para peserta tidak hanya mendapatkan layanan USG, tetapi juga vitamin tambahan serta pendampingan soal asupan gizi selama masa kehamilan.
Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Janin
Ketua POGI Bengkulu, dr. Taufik Hidayat, menegaskan bahwa pemeriksaan USG memiliki peran krusial yang sering kali luput dari perhatian. Melalui teknologi ini, tenaga medis dapat mendeteksi potensi hambatan pertumbuhan janin sejak dini—jauh sebelum kondisi tersebut berdampak permanen pada anak.
"Pemeriksaan ini bertujuan penting untuk memantau perkembangan janin secara berkala," ujarnya. Dengan deteksi dini, langkah medis dan penyesuaian nutrisi bisa segera dilakukan, sehingga risiko stunting dapat diminimalkan sejak fase prenatal.
Kondisi kesehatan ibu hamil memang menjadi penentu utama tumbuh kembang janin. Kekurangan gizi kronis atau anemia pada ibu, misalnya, berpotensi menghambat pertumbuhan organ vital bayi. Karena itu, pemantauan rutin lewat USG bukan sekadar prosedur standar, melainkan instrumen pencegahan yang berdampak jangka panjang.
Kolaborasi Korporasi dan Tenaga Medis
Kegiatan ini mencerminkan pergeseran peran BUMN di luar fungsi komersial. Pegadaian Syariah mengerahkan jaringan layanannya untuk menjangkau ibu hamil yang membutuhkan, sementara POGI menyediakan keahlian medis. Sinergi semacam ini menjadi model kolaborasi yang relevan dalam percepatan penurunan stunting nasional.
Bengkulu sendiri termasuk provinsi dengan prevalensi stunting yang masih memerlukan perhatian serius. Dengan menyasar kelompok ibu hamil, program ini mencoba memutus mata rantai stunting dari hulu—bukan sekadar mengobati gejala setelah anak mengalami kekurangan gizi.
Pemeriksaan gratis ini juga meringankan beban ekonomi keluarga, mengingat biaya USG di fasilitas kesehatan swasta kerap menjadi kendala bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Akses layanan kesehatan reproduksi yang terjangkau menjadi salah satu kunci perbaikan kualitas generasi mendatang.
Melalui Merdeka Stunting 2026, Pegadaian Syariah menargetkan cakupan pemeriksaan yang lebih luas di wilayah-wilayah dengan angka stunting tinggi. Program ini sejalan dengan target pemerintah untuk menekan prevalensi stunting secara nasional, sekaligus membuktikan bahwa intervensi dini pada ibu hamil adalah investasi kesehatan yang tidak bisa ditunda.