GORONTALO — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq turun langsung memantau pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di SMA Negeri 1 Gorontalo, Rabu (19/8/2026). Kedatangannya disambut Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo Sudarman Samad, serta Kepala Sekolah Adianiwaty S. Polapa.
Program PJJ yang digagas Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan. Sasaran utamanya adalah anak tidak sekolah (ATS) dan peserta didik yang memiliki kendala mengikuti pembelajaran reguler.
Interaksi Langsung dengan Siswa dan Guru
Dalam kunjungannya, Wamen Fajar tidak hanya sekadar melihat fasilitas. Ia berinteraksi langsung dengan para siswa melalui sambungan Zoom Meeting. Momen itu dimanfaatkannya untuk mendengarkan keluhan dan kendala yang dialami guru selama proses belajar mengajar berlangsung.
Fajar menekankan pentingnya menjaga ikatan sosial di antara peserta didik meski pembelajaran dilakukan dari jarak jauh. Ia mengusulkan agar ada kegiatan tatap muka yang bersifat non-akademik.
"Teori PJJ ini 100 persen tidak tatap muka. Tapi praktiknya nanti mungkin bisa diusahakan untuk berkumpul, jangan belajar terus. Supaya ada ikatan," kata Fajar.
Gubernur: Butuh Upaya Khusus Menjaring Anak Sekolah
Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran Wamen memberikan motivasi besar bagi pemda dalam menggarap program ini. Menurutnya, PJJ harus ditangani dengan serius dan fokus, terutama dalam hal menjangkau anak-anak yang selama ini belum tersentuh akses pendidikan.
"Memang menurut saya harus kita tangani serius dan fokus. Ini ada kendala dalam menemukan anak-anak, itu harus ada effort khusus, tidak bisa normal-normal saja seperti mendaftar orang masuk SMA. Nanti pemda juga akan turun tangan," ujar Gusnar.
Gusnar juga mendorong pemerintah daerah untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menarik. Ia menyarankan adanya interaksi sebelum pembelajaran dimulai serta kegiatan gathering sewaktu-waktu untuk memperkuat kebersamaan para peserta.
Dua Sekolah Mitra dan Target Penurunan ATS
SMA Negeri 1 Gorontalo ditetapkan sebagai sekolah induk PJJ. Sekolah ini didukung oleh dua sekolah mitra, yakni SMA Negeri 2 Limboto dan SMA Negeri 1 Gorontalo Utara.
Tahun ini, sebanyak 15 siswa dari berbagai kabupaten/kota telah terdaftar mengikuti PJJ. Program yang mulai dipersiapkan sejak April ini diharapkan mampu menekan angka anak tidak sekolah di Provinsi Gorontalo. Kegiatan pembelajaran sendiri resmi dimulai pada 10 Agustus 2026, diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).