GORONTALO — Usaha camilan tradisional di Kabupaten Sumedang membuktikan bahwa produk rumahan bisa naik kelas dengan pendampingan yang tepat. Kelompok Usaha Harapan Bersama di Desa Cibubuan, Kecamatan Conggeang, kini mampu memproduksi lebih banyak emping melinjo, opak, dan raginang setelah menerima bantuan peralatan dari BRI Peduli.
Padahal, kelompok yang diketuai Sri Dolar Damayanti ini sempat kesulitan memenuhi lonjakan permintaan menjelang Hari Raya dan Tahun Baru. Proses pengeringan yang mengandalkan sinar matahari menjadi hambatan terbesar, terutama saat musim hujan tiba.
Dari Dapur Rumah ke Permintaan Distributor
Kelompok ini berdiri pada 2019, berawal dari usaha HJ. NONOH Snack yang memproduksi makanan ringan khas Sunda sejak 2014. Kehadirannya menjadi penyelamat ekonomi warga sekitar saat pandemi COVID-19 melanda.
Resep turun-temurun yang dijaga ketat membuat produk mereka semakin dikenal. Beberapa jenis camilan yang diproduksi antara lain emping melinjo original, opak ketan bakar, opak kembung, raginang, kolontong, dan aneka keripik.
Masalah klasik UMKM makanan ringan adalah ketergantungan pada cuaca. Saat hujan, produksi terpaksa dihentikan karena proses pengeringan tidak bisa dilakukan.
"Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar, terutama saat musim-musim tertentu. Proses produksi juga memiliki risiko lebih besar ketika musim hujan karena kami masih bergantung pada proses penjemuran dan keterbatasan alat pengering," ujar Sri.
Bantuan Tepat Sasaran, Produksi Lebih Efisien
Pada 2026, kelompok ini bergabung dalam Program AURA (Aspire to Uplift, Revive, and Achieve) yang diinisiasi BRI Peduli. Bantuan yang diberikan tidak sekadar modal, tetapi juga peralatan yang menjawab masalah utama produksi.
Kini, proses pengeringan tidak lagi bergantung pada panas matahari. Sistem penyimpanan produk juga menjadi lebih tertata dan higienis, sehingga kualitas camilan terjaga lebih lama.
"Setelah mengikuti Program AURA dari BRI, proses produksi kami menjadi lebih lancar dan meningkat. Beberapa pelanggan rutin, seperti toko dan distributor, mulai menambah jumlah pesanannya," imbuh Sri.
Dampaknya terasa nyata. Kelompok yang beranggotakan ibu-ibu sekitar ini kini bisa menerima pesanan lebih besar tanpa khawatir gagal produksi karena cuaca buruk.
Komitmen BRI Peduli pada Pemberdayaan Perempuan
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya perseroan memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi. Bantuan yang diberikan mencakup peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, hingga penguatan kapasitas kewirausahaan.
"Kisah Kelompok Usaha Harapan Bersama di Sumedang menunjukkan bahwa Program AURA BRI Peduli mampu memberikan manfaat nyata bagi kelompok usaha perempuan untuk terus berinovasi, meningkatkan kapasitas usaha, dan berkembang secara berkelanjutan," ujar Dhanny.
Sejak diluncurkan pada 2021, Program AURA BRI Peduli telah memberdayakan 30 kelompok usaha perempuan di berbagai daerah di Indonesia. Sri berharap makin banyak kelompok usaha di pelosok desa mendapat kesempatan serupa, baik melalui pembinaan maupun akses layanan keuangan.
"Kami bersyukur telah menjadi mitra dan nasabah BRI selama ini karena mendapatkan fasilitas permodalan dan pembinaan. Semoga ke depan BRI tetap menjadi mitra usaha untuk semua," tutupnya.