Pencarian

Pendanaan Fusi Nuklir Startup Tembus USD 7,1 Miliar, CFS dan Helion Kuasai Pasar

Senin, 17 Agustus 2026 • 01:30:31 WIB
Pendanaan Fusi Nuklir Startup Tembus USD 7,1 Miliar, CFS dan Helion Kuasai Pasar
Ruang kendali reaktor fusi nuklir di fasilitas penelitian energi, Senin (10/2/2025).

GORONTALO — Setelah bertahun-tahun dianggap sebagai teknologi yang "selalu sepuluh tahun lagi", fusi nuklir kini menarik minat serius dari investor. Tiga kemajuan teknologi utama menjadi pendorong: chip komputer yang lebih bertenaga, kecerdasan buatan yang lebih canggih, dan magnet superkonduktor suhu tinggi. Kombinasi ini memungkinkan desain reaktor yang lebih rumit, simulasi yang lebih akurat, dan sistem kontrol yang lebih kompleks.

Momentum industri ini menguat setelah pada akhir 2022, laboratorium Departemen Energi AS berhasil menciptakan reaksi fusi terkendali yang menghasilkan energi lebih besar daripada energi laser yang diberikan ke pelet bahan bakar. Eksperimen ini menembus apa yang disebut titik impas ilmiah, membuktikan bahwa sains dasar di balik fusi itu valid, meski masih jauh dari titik impas komersial.

Commonwealth Fusion Systems: Menguji Reaktor Sparc pada 2027

CFS menguasai sekitar sepertiga dari seluruh modal swasta yang diinvestasikan di perusahaan fusi. Putaran pendanaan terakhirnya pada Juli lalu menambah USD 1 miliar, menjadikan total pendanaan mencapai USD 3,94 miliar.

Startup yang berbasis di Massachusetts ini tengah membangun Sparc, pembangkit listrik pertama yang dirancang untuk menghasilkan daya pada tingkat yang "relevan secara komersial". Perusahaan menargetkan Sparc mencapai titik impas ilmiah pada 2027. Reaktor Sparc menggunakan desain tokamak—berbentuk seperti donat—dengan belitan magnet superkonduktor suhu tinggi yang dirancang bersama MIT. Co-founder dan CEO Bob Mumgaard sebelumnya adalah peneliti di MIT.

Kontrak Google dan Target Operasional Sparc

CFS memperkirakan Sparc akan beroperasi pada akhir 2026 atau awal 2027. Setelah itu, perusahaan berencana membangun Arc, pembangkit listrik komersial berkapasitas 400 megawatt di dekat Richmond, Virginia. Google telah setuju membeli separuh output listrik dari pabrik tersebut. CFS didukung oleh investor seperti Breakthrough Energy Ventures, The Engine, dan Bill Gates.

Helion: Target Produksi Listrik 2028 untuk Microsoft

Helion memiliki jadwal paling agresif dibandingkan semua startup fusi. Perusahaan berencana menghasilkan listrik dari reaktornya pada 2028, dengan Microsoft sebagai pelanggan pertamanya. Helion berbasis di Everett, Washington, dan menggunakan reaktor tipe field-reversed configuration berbentuk seperti jam pasir.

Reaktor Helion memutar plasma menjadi bentuk donat di kedua ujungnya, lalu menembakkannya satu sama lain dengan kecepatan lebih dari 1,6 juta km per jam. Saat bertabrakan di tengah, magnet tambahan membantu menginduksi fusi. Listrik yang dihasilkan dipanen langsung dari mesin. Helion mengumpulkan USD 465 juta pada Juni lalu dalam putaran Seri G yang menilai perusahaan di angka USD 15,5 miliar. Putaran sebelumnya pada Januari 2025 mencapai USD 425 juta, dengan total pendanaan USD 3,2 miliar. Investor termasuk Sam Altman, SoftBank Vision Fund 2, Reid Hoffman, KKR, BlackRock, dan Mithril Capital Management milik Peter Thiel.

TAE Technologies: Menggunakan Semburan Partikel untuk Stabilitas Plasma

TAE Technologies, yang didirikan pada 1998 dan dipisahkan dari University of California, Irvine oleh Norman Rostoker, menggunakan pendekatan berbeda. Setelah dua semburan plasma bertabrakan di tengah reaktor, perusahaan membombardir plasma dengan semburan partikel untuk menjaga bentuknya tetap seperti cerutu. Teknik ini meningkatkan stabilitas plasma, memberi lebih banyak waktu untuk fusi terjadi dan mengekstrak panas untuk memutar turbin.

Pada Desember 2025, TAE mengumumkan rencana merger—sebuah langkah yang menandai konsolidasi di industri fusi yang sedang berkembang pesat.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks