Pencarian

Saham EKAD Naik 74% dalam Empat Hari, Pasar Bereaksi atas Rencana Akuisisi Youyi Group

Kamis, 20 Agustus 2026 • 17:56:32 WIB
Saham EKAD Naik 74% dalam Empat Hari, Pasar Bereaksi atas Rencana Akuisisi Youyi Group
Petugas menunjukkan pergerakan harga saham EKAD di layar monitor Bursa Efek Indonesia.

GORONTALO — Rencana masuknya investor asing asal China ke dalam struktur kepemilikan Ekadharma langsung mengubah peta permainan di bursa. Sejak pengumuman resmi pada 12 Agustus 2026, saham EKAD tercatat dua kali menyentuh batas auto reject atas (ARA) secara beruntun. Namun, euforia tersebut berbalik arah saat saham sempat terpukul hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB) sebelum akhirnya kembali rebound.

Kronologi ARA dan ARB yang Bergantian

Pergerakan saham EKAD dalam sepekan terakhir menunjukkan pola yang jarang terjadi. Berikut rinciannya:
  • 12 Agustus 2026: Harga melonjak 35 persen ke Rp240, menyentuh ARA setelah pengumuman LoI.
  • 13 Agustus 2026: Saham kembali menyentuh ARA untuk sesi kedua berturut-turut.
  • Sesi berikutnya: Tekanan jual muncul, harga sempat jatuh hingga batas ARB sebelum ditutup memangkas pelemahan.
  • 20 Agustus 2026: Saham naik 2,6 persen ke Rp310, mencetak kenaikan kumulatif 74 persen dalam empat hari.
Pola ini mencerminkan pertarungan antara optimisme investor terhadap potensi pendanaan baru dan aksi ambil untung jangka pendek. Volume perdagangan yang tinggi menjadi sinyal bahwa transaksi ini menarik perhatian spekulan maupun investor fundamental.

Isi Kesepakatan LoI antara Pemegang Saham dan Youyi Group

Corporate Secretary PT Ekadharma International Tbk, Lie Phing, membenarkan bahwa pergerakan harga saham tersebut didorong oleh pengumuman penandatanganan Letter of Intent for Equity Acquisition. Kesepakatan ini melibatkan pemegang saham pengendali EKAD, PT Ekadharma Inti Perkasa, dengan Fujian Youyi Adhesive Tape Group.

"Perseroan telah menyampaikan keterbukaan informasi atau fakta material terkait penandatanganan Letter of Intent for Equity Acquistion melalui situs web bursa dan situs web perusahaan pada tanggal 12 Agustus 2026 di mana penandatanganan yang dimaksud telah dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2026," jelas Lie Phing dalam keterangan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/8/2026).

Perlu dicatat, LoI merupakan tahap awal dari proses due diligence. Nilai transaksi dan mekanisme akuisisi final belum diungkapkan ke publik. Yang jelas, keterlibatan Youyi Group—pemain besar industri lakban di Fujian—berpotensi membuka akses pasar ekspor yang lebih luas bagi EKAD.

Apa Arti Akuisisi Ini bagi Pemegang Saham EKAD?

Dari sisi fundamental, masuknya Youyi Group dapat memperkuat posisi Ekadharma di rantai pasok global. Sebagai produsen adhesive tape yang sudah berdiri lama di dalam negeri, EKAD selama ini mengandalkan pasar domestik dan sebagian ekspor. Kemitraan strategis dengan grup asal China ini berpotensi meningkatkan utilisasi pabrik dan efisiensi bahan baku.

Namun, investor tetap perlu mencermati risiko eksekusi. Kesepakatan yang masih berbentuk LoI belum menjamin kepastian transaksi. Jika due diligence menemukan perbedaan valuasi atau masalah kepatuhan, deal bisa batal. Dalam skenario tersebut, harga saham yang sudah naik 74 persen berisiko mengalami koreksi signifikan.

Selain itu, aksi korporasi ini juga akan diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kepatuhan regulasi kepemilikan asing dan keterbukaan informasi. Sampai kesepakatan final ditandatangani, volatilitas harga saham EKAD berpeluang tetap tinggi.

Investasi mengandung risiko.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks