GORONTALO — Suasana bandara tak lagi melulu soal hiruk-pikuk penumpang dan jadwal penerbangan. Di tengah perayaan kemerdekaan, manajemen bandara mencoba hal baru dengan mengubah area check-in menjadi arena pertandingan basket. Sebanyak 96 pertandingan akan berlangsung selama tiga hari, terbagi dalam lima kategori: SD Mix, SMA Putra, Umum Putri, Instansi, dan K40+ Open.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyebut inisiatif ini lahir dari keinginan menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengguna jasa bandara. "Kompetisi ini merupakan bagian dari dukungan dan kolaborasi kami dalam menyemarakkan rangkaian kegiatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81," ujarnya dalam keterangan yang dikutip Senin (18/8).
Mengapa Bandara Menjadi Arena Olahraga?
Langkah ini bukan sekadar euforia kemerdekaan. Ruly menegaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi basket di area bandara merupakan yang pertama di Sulawesi Selatan. Pihaknya berharap langkah ini bisa mengubah fungsi bandara dari sekadar titik transit menjadi ruang publik baru.
“Ke depan kami ingin Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berkembang menjadi salah satu destinasi wisata baru atau new tourism destination,” tambah Ruly. Menurutnya, berbagai aktivasi seperti ini bisa menghadirkan pengalaman yang lebih beragam bagi masyarakat luas, bukan hanya penumpang pesawat.
Dukungan dari Pemerintah Pusat dan Daerah
Hadirnya turnamen ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Anggota Komisi V DPR RI, Teguh Iswara Suardi, menilai ajang seperti ini menjadi ruang strategis bagi anak muda untuk menyalurkan energi dan bakat. "Ini adalah inovasi yang kita butuhkan. Basket 3X3 telah menjadi bagian dari olahraga resmi nasional maupun internasional," katanya.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, turut mengapresiasi langkah kolaborasi ini. Ia berharap kompetisi serupa bisa melahirkan atlet-atlet muda berbakat dari Sulawesi Selatan. “Semoga kompetisi ini dapat melahirkan atlet-atlet muda berbakat dari Sulawesi Selatan. Kami juga berharap Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dapat menjadi wadah bagi berbagai kegiatan dan kolaborasi ke depannya,” ujarnya.
Arah Baru Pengelolaan Bandara
Langkah Angkasa Pura Indonesia ini mencerminkan pergeseran paradigma pengelolaan bandara di tanah air. Jika sebelumnya bandara difokuskan pada aspek operasional penerbangan, kini mulai merambah ke fungsi sosial dan ekonomi yang lebih luas. Menggandeng komunitas olahraga, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, bandara perlahan menjelma menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Keberhasilan ajang ini akan menjadi tolok ukur apakah konsep bandara sebagai ruang publik bisa direplikasi di bandara-bandara lain di Indonesia. Setidaknya, penumpang yang kebetulan transit di Sultan Hasanuddin selama periode 15-17 Agustus lalu punya cerita berbeda: menyaksikan pertandingan basket sambil menunggu jadwal boarding.