GORONTALO — Jajaran Polda Gorontalo menyambangi UPTD BLK Provinsi Gorontalo untuk meninjau langsung aktivitas pelatihan dan berdialog dengan peserta. Kedatangan mereka disambut Kepala UPTD BLK Provinsi Gorontalo Rahmi Tangahu bersama pejabat, ASN, instruktur, serta peserta pelatihan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari program Polisi Peduli Pengangguran, yang menempatkan kepolisian sebagai pihak yang ikut ambil bagian dalam persoalan sosial, bukan hanya urusan keamanan dan ketertiban.
Enam Kejuruan yang Ditinjau Personel Kepolisian
Perwakilan kepolisian menelusuri sejumlah ruang pelatihan. Mulai dari tata rias atau Make Up Artist (MUA), desain grafis, web developer, instalasi listrik, peracikan minuman kopi, hingga servis pendingin ruangan atau AC.
Di tiap kejuruan, personel kepolisian melihat proses pelatihan sekaligus berbincang dengan peserta. Sebagian besar peserta merupakan generasi muda yang tengah bersiap masuk dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.
Alasan Polisi Ikut Urus Pengangguran
Kasubid Polmas Polda Gorontalo Ismet Yusuf menyampaikan kepolisian tidak ingin anak muda Gorontalo menganggur lalu terjerumus ke hal-hal negatif. Menurutnya, BLK menjadi jawaban atas persoalan tersebut.
"Kami hadir melalui program Polisi Peduli Pengangguran. Kami tidak ingin anak-anak muda Gorontalo menganggur lalu terjerumus ke hal-hal negatif. Kami ingin mereka terampil, bekerja, dan menjadi produktif. BLK ini adalah jawabannya," ujar Ismet.
Kunjungan Rutin Setiap Kamis, Polisi Jadi Pemateri
Sebagai tindak lanjut, Polda Gorontalo berencana datang ke BLK setiap hari Kamis. Dalam agenda itu, personel kepolisian akan tampil sebagai pemateri dalam kegiatan pembinaan peserta pelatihan.
Materi yang diberikan menyangkut pembentukan karakter, kedisiplinan, serta wawasan bela negara. Porsi ini melengkapi keterampilan teknis yang selama ini didapat peserta di ruang pelatihan.
Respons BLK: Sinergi untuk SDM Terampil dan Berkarakter
Kepala UPTD BLK Provinsi Gorontalo Rahmi Tangahu menyambut baik keterlibatan Polda Gorontalo. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi dukungan penting agar peserta tidak hanya punya keterampilan teknis, tetapi juga mental dan karakter yang dibutuhkan di dunia kerja.
"Ini adalah bentuk sinergi yang luar biasa. Kami di BLK bertugas melatih dan menyiapkan SDM yang terampil, sementara pihak kepolisian membantu memberikan pembinaan mental serta motivasi kepada peserta agar siap kerja dan siap berwirausaha," ungkap Rahmi.
Rahmi menambahkan, kolaborasi tersebut sejalan dengan Aksi Perubahan yang digagasnya, yakni Penguatan Kemitraan Strategis dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta para pemangku kepentingan terkait.
Harapan Lulusan BLK Gorontalo
Melalui sinergi ini, BLK Gorontalo berharap pembinaan peserta berjalan lebih menyeluruh. Lulusan diharapkan tidak hanya siap secara kompetensi, tetapi juga memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter kuat untuk bersaing di dunia kerja.
Kerja sama lintas sektor tersebut diharapkan membuka peluang bagi generasi muda Gorontalo menjadi tenaga kerja produktif sekaligus menekan risiko pengangguran di daerah.