GORONTALO UTARA — Ketua Bawaslu Gorontalo Utara Ronald Ismail menyebut koordinasi lintas instansi menjadi langkah penting untuk membangun sinergi dan memperkuat komitmen bersama. Menurutnya, sinergi itu diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman, khususnya dari berbagai bentuk kekerasan seksual.
Pertemuan bersama Dinas PPA setempat membahas langsung langkah kolaborasi pembentukan pokja. Koordinasi tersebut diterima Kepala Dinas PPA Gorontalo Utara Yolanda Giola.
Pokja Jadi Wadah Koordinasi Antar Lembaga
Ronald menilai pembentukan pokja dibutuhkan agar upaya pencegahan maupun penanganan kekerasan seksual di lingkungan kerja tidak berjalan sendiri-sendiri. Lewat wadah itu, setiap lembaga punya jalur koordinasi yang jelas.
"Kami memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kerja, melalui pembahasan pembentukan kelompok kerja (pokja) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA)," kata Ronald Ismail di Gorontalo, Rabu.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun kesadaran dan meningkatkan pemahaman. Dorongan itu dinilai perlu agar langkah pencegahan berjalan efektif, bukan sekadar seremonial.
Harapan agar Pokja Ditindaklanjuti Langkah Konkret
Melalui koordinasi ini, Bawaslu Gorontalo Utara berharap kerja sama dengan Dinas PPA terbangun lebih kuat. Pembentukan pokja diharapkan segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret, bukan berhenti pada pembahasan awal.
Sinergi antar lembaga tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Lebih dari itu, kolaborasi ini didorong menciptakan lingkungan kerja dan sosial yang aman, inklusif, serta memberikan perlindungan bagi setiap orang.
Bagi Bawaslu sendiri, penguatan koordinasi ini relevan karena lembaga penyelenggara pemilu juga memiliki lingkungan kerja internal yang perlu bebas dari kekerasan seksual. Dinas PPA nantinya berperan sebagai mitra teknis dalam penyusunan mekanisme pencegahan dan penanganan.