GORONTALO — Kepala UPTD BLK Provinsi Gorontalo Rahmi Tangahu memimpin langsung pertemuan dengan pelaku usaha. Tim lembaga pelatihan itu memperkenalkan profil kelembagaan, bidang pelatihan yang tersedia, serta alumni dari sejumlah program kejuruan. Perusahaan diberi ruang menyampaikan kebutuhan tenaga kerja yang selama ini sulit terpenuhi.
Rahmi menegaskan, keterlibatan dunia usaha dan dunia industri menentukan mutu pelatihan. Program tidak cukup berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi harus tersambung dengan kebutuhan nyata pasar kerja.
"Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya kita untuk mendengarkan langsung apa yang dibutuhkan dunia usaha. Dengan begitu, kurikulum pelatihan kita bisa terus disesuaikan agar relevan dan lulusan kita mudah diserap pasar kerja," ujar Rahmi dalam keterangan yang diterima Newsnesia.id.
Bentuk Kerja Sama yang Sedang Dijajaki
Pihak perusahaan menyambut kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan menjajaki kerja sama. Ada tiga skema yang berpeluang dikembangkan, dari penyempurnaan kurikulum hingga penyerapan lulusan.
- Penyempurnaan kurikulum pelatihan agar sesuai standar industri
- Penerimaan peserta pemagangan di perusahaan mitra
- Perekrutan tenaga kerja sesuai kebutuhan dan persyaratan masing-masing perusahaan
Perusahaan juga meminta materi pelatihan terus diperbarui mengikuti perkembangan teknologi. Dinamika kebutuhan dunia usaha dinilai bergerak lebih cepat daripada siklus