GORONTALO — Wakapolda Gorontalo menyambangi Pondok Pesantren Al-Islam Telaga Biru untuk mengajak para santri berperan aktif sebagai pelopor keamanan dan ketertiban masyarakat. Kunjungan itu menyasar lingkungan pesantren sebagai basis pendidikan yang dinilai strategis menanamkan kesadaran hukum sejak dini.
Pesantren Al-Islam Telaga Biru menjadi lokasi pertama yang digarap dalam rangkaian pembinaan tersebut. Wakapolda Gorontalo menyampaikan materi langsung di hadapan para santri.
Mengapa Santri Jadi Sasaran Pembinaan Kamtibmas
Pesantren dipandang sebagai simpul pendidikan yang mampu menjangkau generasi muda dalam jumlah besar. Para santri dinilai punya pengaruh kuat di lingkungan masing-masing ketika kembali ke kampung halaman.
Dengan bekal pemahaman kamtibmas, mereka diharapkan bisa mencegah munculnya gangguan keamanan di tengah warga. Peran itu tidak menuntut tindakan represif, melainkan cukup lewat keteladanan dan ajakan.
Pesan Wakapolda Gorontalo kepada Santri
Wakapolda Gorontalo menekankan bahwa keamanan bukan semata tugas kepolisian. Masyarakat, termasuk kalangan pesantren, disebut punya andil besar menjaga kondusivitas daerah.
Santri diajak menjadi contoh dalam menjaga kerukunan, menjauhi tindak kekerasan, serta aktif melaporkan potensi gangguan keamanan ke pihak berwenang. Peran pelapor awal dinilai krusial supaya persoalan kecil tidak membesar.
Pembinaan Berlanjut ke Pesantren Lain
Kegiatan di Pondok Pesantren Al-Islam Telaga Biru tidak berhenti sebagai acara seremonial. Polisi menyiapkan pembinaan serupa ke sejumlah pesantren lain di wilayah Gorontalo.
Pendekatan itu ditempuh supaya pesan kamtibmas menyebar merata, bukan hanya berhenti di satu lokasi. Sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan agama menjadi kunci menjaga stabilitas keamanan daerah.
Para santri menyambut baik kunjungan tersebut. Mereka berharap pembinaan semacam itu rutin digelar agar hubungan pesantren dengan kepolisian semakin erat.