GORONTALO — Brigjen Laode Aries El Fathar resmi mengisi kursi Wakapolda Gorontalo dalam rombongan mutasi yang ditandatangani Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Posisi yang ditinggalkan Brigjen Dedy Suhartono itu kini diisi perwira yang sebelumnya bertugas di luar lingkungan Polda Gorontalo.
Dedy tidak pensiun dari kepolisian. Ia ditarik ke Mabes Polri dan menempati posisi Analis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri.
Enam Wakapolda Diganti dalam Satu Surat Telegram
Mutasi kali ini menyentuh jajaran kepemimpinan di enam kepolisian daerah. Selain Gorontalo, Kapolri mengganti Wakapolda Sumatera Barat, Sulawesi Barat, Papua Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Lampung.
Di Sumatera Barat, Kombes Dhani Kristianto ditunjuk sebagai Wakapolda menggantikan Brigjen Solihin. Brigjen Eko Suprihanto mengisi posisi Wakapolda Sulawesi Barat, menggantikan Brigjen Hari Santoso.
Papua Barat kini dipimpin Brigjen Yohanes Agus Rijanto yang menggantikan Brigjen Sulastiana. Brigjen Harry Kurniawan naik ke kursi Wakapolda NTB menggantikan Brigjen Hari Nugroho, sementara Brigjen Singgamata mengisi posisi Wakapolda Lampung yang sebelumnya dipegang Brigjen Sumarto.
Alasan Polri: Penyegaran dan Pembinaan Karier
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyebut rotasi jabatan sebagai bagian dari dinamika organisasi. Menurutnya, mutasi bertujuan menjaga kesinambungan dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.
"Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel Polri. Hal ini juga menjadi upaya penyegaran organisasi untuk memastikan roda kepemimpinan dan pelaksanaan tugas berjalan optimal, seiring dengan perkembangan tantangan tugas Polri yang semakin kompleks," ujar Johnny dalam keterangan tertulis, Selasa 3 November 2026.
Dampak ke Polda Gorontalo
Pergantian Wakapolda biasanya diikuti penyesuaian sejumlah posisi di lingkungan Polda Gorontalo. Brigjen Laode Aries El Fathar akan memimpin jajaran bersama Kapolda dalam mengawal tugas keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Namun, surat telegram itu belum merinci posisi baru bagi perwira lain di lingkungan Polda Gorontalo. Rotasi lanjutan di tingkat satuan kerja bisa menyusul setelah pelantikan dan serah terima jabatan.
Mutasi 264 Pati dan Pamen ini menjadi yang terbaru dari rangkaian rotasi yang dilakukan Suyudi Ario Seto sejak menjabat Kapolri. Polri belum mengumumkan jadwal pelantikan para pejabat yang baru ditunjuk.