BONE BOLANGO — Dalam sambutannya, Idah menyebut usia tujuh tahun tergolong masih muda bagi sebuah pondok pesantren. Meski begitu, ia menilai semangat dan kontribusi Alzahrul Khairat dalam pembangunan sumber daya manusia sudah layak mendapat dukungan pemerintah provinsi.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Gorontalo, saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Alzahrul Khairat yang hari ini memperingati milad ke-7. Usianya memang masih muda, tetapi semangat dan kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia patut kita dukung,” ujar Idah.
Mengelola Pesantren Dinilai Bukan Perkara Mudah
Menurut Idah, membangun dan mengelola pondok pesantren bukan pekerjaan sederhana. Banyak tantangan dan hambatan yang harus dilalui, tetapi dengan semangat dan kebersamaan, pesantren diharapkan terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang maju dan modern.
Ia juga menekankan bahwa pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu. Ada tanggung jawab besar bagi para pendidik untuk membentuk anak-anak menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki bekal untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
“Pesantren bukan hanya tempat untuk menimba ilmu. Ada tanggung jawab besar bagi para pendidik untuk membentuk anak-anak kita menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki bekal untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat,” tuturnya.
Harapan agar Lulusan Cerdas Intelektual dan Berbudi Luhur
Idah berharap Pondok Pesantren Alzahrul Khairat tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual. Menurutnya, lulusan pesantren juga harus memiliki budi pekerti luhur, karakter kuat, sopan santun, serta beriman dan bertakwa.
Pada kesempatan itu, Wagub mengapresiasi peran para pendiri, ustaz dan ustazah, pengurus, pembina, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga keberlangsungan pondok pesantren. Ia berharap lembaga pendidikan tersebut terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kemajuan dunia pendidikan.
Sinergi dengan Majelis Taklim dan Bantuan Sembako
Bertambahnya usia pesantren, kata Idah, diharapkan memperkuat sinergi dengan Majelis Taklim dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial tinggi.
Secara pribadi, Wagub Idah turut menyerahkan bantuan sembako berupa beras, gula pasir, dan minyak goreng kepada para undangan serta masyarakat yang tinggal di sekitar pondok pesantren.