Pencarian

Motor Listrik Baru Kuasai 1-2 Persen Pasar, AISI Sebut Regulasi Subsidi Belum Pasti

Senin, 02 November 2026 • 12:50:01 WIB
Motor Listrik Baru Kuasai 1-2 Persen Pasar, AISI Sebut Regulasi Subsidi Belum Pasti
Motor listrik baru menyumbang sekitar 1–2 persen dari total penjualan sepeda motor domestik.

GORONTALO — Kontribusi sepeda motor listrik di pasar domestik Indonesia masih berkisar 1 hingga 2 persen dari total penjualan. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menilai ketidakpastian skema subsidi membuat konsumen menunda pembelian, sementara pendekatan multiteknologi tetap diandalkan untuk menutup celah adopsi.

Ketua Bidang Komersial AISI sekaligus Ketua Penyelenggara IMOS 2026, Yosef Utama, menyampaikan bahwa pelaku industri menyambut baik kebijakan subsidi kendaraan listrik yang digulirkan pemerintah. Namun, ia menekankan skema insentif perlu dipastikan lebih dulu sebelum diumumkan ke publik.

Pernyataan itu disampaikan Yosef di Jakarta, Jumat (30/10), di sela pembukaan pameran otomotif IMOS 2026.

Penjualan Motor Listrik Masih di Bawah 2 Persen

Angka penetrasi segmen elektrifikasi roda dua menjadi sorotan utama. Dari seluruh transaksi sepeda motor nasional, motor berbasis baterai baru menyumbang sekitar 1 sampai 2 persen.

Sejumlah kendala teknis masih membatasi laju adopsi. Mulai dari performa, jarak tempuh per pengisian, durasi charging, sampai ketahanan baterai atau State of Health yang jadi pertimbangan calon pembeli.

Faktor ekosistem pembiayaan juga belum matang. Skema kredit untuk motor listrik dinilai belum selentur motor konvensional, sehingga calon konsumen menahan diri.

Insentif yang Belum Fix Bikin Konsumen Menunda Beli

Yosef menyoroti kebiasaan penundaan ketentuan insentif yang berulang. Menurut dia, ketidakpastian itu langsung berdampak ke keputusan pembelian di dealer.

"Sebaiknya memang kalau usul dari industri ya, sebaiknya fix ya. Kita baru memberikan kepastian gitu ya insentif ketika memang dikeluarkan. Kalau belum pasti, sebaiknya enggak perlu dikeluarkan karena bisa membuat konsumen menunda pembelian," tegas Yosef.

Pernyataan senada muncul soal respons pasar terhadap wacana subsidi. "Nah, kita menyambut baik ya terkait dengan kebijakan subsidi tersebut," ujar Yosef.

Strategi Multiteknologi: EV, Mesin Bakar Efisien, dan Biofuel

AISI tidak menaruh seluruh taruhan pada motor listrik. Pendekatan multiteknologi tetap jadi pegangan, dengan pengembangan kendaraan berbasis baterai berjalan berdampingan bersama upaya efisiensi mesin pembakaran internal.

Pemanfaatan biofuel seperti etanol masuk dalam peta jalan tersebut. Ketiga jalur teknologi itu dinilai saling melengkapi untuk kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang tersebar di berbagai kondisi geografis.

"Jadi semua masih ada kendala itu (motor listrik). Tapi semuanya berbenah dan kejar terkait dengan teknologi yang kita sebut tadi multiteknologi," tutup Yosef.

Dampak ke Konsumen dan Arah Pasar

Bagi calon pembeli, kepastian regulasi menentukan timing pembelian. Selama skema insentif belum final, motor listrik bersaing langsung dengan motor konvensional yang harganya lebih stabil dan jaringan servisnya lebih rapat.

Pameran IMOS 2026 menjadi ajang pertama industri memaparkan posisi itu ke publik. Sinyal dari AISI jelas: percepatan elektrifikasi roda dua bergantung pada kombinasi kesiapan teknologi, ekosistem pembiayaan, dan regulasi yang tidak berubah-ubah.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks