Pencarian

Menperin Dorong Toyota Produksi Mobil Listrik BEV dan Double Cabin di Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 • 12:49:31 WIB
Menperin Dorong Toyota Produksi Mobil Listrik BEV dan Double Cabin di Indonesia
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji meminta TMMIN memperluas produksi mobil listrik berbasis baterai dan menjajaki perakitan double cabin di Indonesia.

GORONTALO — Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji meminta Toyota Motor Manufacturing Indonesia memperluas produksi mobil listrik berbasis baterai dan menjajaki perakitan kendaraan double cabin di dalam negeri. Dorongan itu disampaikan dalam audiensi dengan manajemen TMMIN di Jakarta, yang juga membahas peningkatan ekspor dan pengembangan industri otomotif nasional.

Pemerintah menargetkan perluasan pasar ekspor Toyota buatan Indonesia, bukan sekadar penambahan volume. Sarmuji menyebut Australia sebagai salah satu tujuan yang paling berpotensi digarap karena kedekatan geografis dan perjanjian perdagangan yang sudah berlaku.

“Kita minta ada peningkatan ekspor mobil Toyota dari Indonesia, baik peningkatan tentang modelnya maupun tujuan negaranya,” kata Sarmuji usai pertemuan di Jakarta, Selasa.

Australia Jadi Pasar Prioritas, tapi Pasokan Masih dari Negara Lain

Masalahnya, kebutuhan kendaraan di Australia masih banyak dipasok dari negara tetangga Indonesia. Sarmuji melihat celah itu sebagai peluang yang belum dimanfaatkan optimal oleh pabrikan Jepang tersebut.

Salah satu caranya adalah memproduksi kendaraan double cabin di Indonesia untuk mengisi pasar Australia. Pemerintah menyatakan siap memperbaiki ekosistem pendukung bila memang dibutuhkan.

“Kalau ada keperluan untuk memperbaiki ekosistem mobil double cabin juga bisa kita lakukan,” ujar Sarmuji.

Hibrida Sudah Jalan, BEV Diminta Lebih Agresif

TMMIN tercatat sudah mengembangkan kendaraan hibrida dan memiliki fasilitas produksi baterai hibrida yang produknya diekspor ke sejumlah negara. Pemerintah mengapresiasi capaian itu, tetapi meminta langkah lebih jauh ke kendaraan listrik berbasis baterai.

“Kenapa? Karena ekosistem baterai kita kan sudah sangat maju. Pemerintah juga sangat concern ke ekosistem baterai,” kata Sarmuji.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto menyatakan perusahaan sudah memproduksi bZ4X di Indonesia. Pengembangan model BEV lain sedang disiapkan agar sesuai dengan kebutuhan konsumen lokal.

“Kami sekarang sudah punya bZ4X produksi di Indonesia. Kami juga sedang siapkan untuk ke depannya model-model BEV yang bisa cocok dengan Indonesia,” kata Nandi.

Serapan Tenaga Kerja Capai 360.000 Orang di Rantai Pasok

Selain soal produksi dan ekspor, audiensi membahas dampak ekonomi dari operasi TMMIN. Menperin mencatat sekitar 8.000 pekerja terserap langsung oleh perusahaan, sementara tenaga kerja yang terkait rantai pasok dan dealer mencapai sekitar 360.000 orang.

Angka itu menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam mendorong ekspansi produksi. Penambahan model dan tujuan ekspor berarti tambahan volume kerja bagi jaringan pemasok komponen yang sudah ada.

Ekspor Toyota akan Diperluas ke Lebih Banyak Negara

Nandi menyatakan TMMIN akan terus menambah volume ekspor, memperluas pilihan model kendaraan, dan menjangkau lebih banyak negara tujuan. Komitmen itu merespons langsung permintaan pemerintah dalam pertemuan tersebut.

Belum ada rincian model double cabin yang akan dirakit maupun timeline produksinya. Begitu pula dengan model BEV baru yang disebut sedang disiapkan TMMIN, termasuk segmen dan perkiraan waktu peluncurannya.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks