GORONTALO — Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Gorontalo, Jamal Nganro, menyebut pengembangan potensi ekonomi daerah sebagai poin pertama yang menjadi perhatian. Menurutnya, basis pengembangan itu adalah keunggulan masing-masing kabupaten dan kota.
Poin kedua, potensi daerah mesti disinergikan dengan program-program yang sudah berjalan. Jamal berharap penggalian potensi itu berkolaborasi dengan program yang berkaitan dengan percepatan akses keuangan.
Penguatan Sinergi dan Kemitraan Jadi Poin Ketiga
Jamal menekankan pentingnya penguatan sinergitas dan kemitraan agar rencana yang disusun bisa tercapai. Kolaborasi yang berjalan mulus, kata dia, tetap perlu diukur dari sisi hasil.
"Bagaimana dampaknya, seberapa besar pengaruhnya dari program-program yang kita susun bersama dalam percepatan akses ini," ujar Jamal.
Poin keempat, hasil rumusan bersama itu perlu ditetapkan sebagai program prioritas TPAKD di masing-masing daerah. Penetapan itu menjadi dasar kerja kabupaten dan kota pada tahun berikutnya.
Dukungan OJK dan Pemkab-Pemkot Diminta Seragam
Jamal juga meminta dukungan bersama dari OJK serta pemerintah kabupaten dan kota. Dukungan itu dinilai perlu agar rumusan percepatan akses keuangan produktif bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga.
"Nah ini oleh karenanya, di momen-momen inilah kita harapkan agar High Level Meeting khususnya di TKAPD ini mendapatkan solusi yang terbaik untuk penyusunan TKAPD di tahun 2027," tutupnya.
Rapat di Ruang Dulohupa Kantor Gubernur Gorontalo itu bertujuan mengambil kebijakan strategis, memperkuat sinergi, dan mempercepat akses keuangan produktif. Seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo terlibat dalam forum TPAKD tingkat provinsi tersebut.