Sebanyak 907 kepala keluarga (KK) di delapan desa, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, mulai menerima bantuan pangan. Penyaluran dari Pemerintah Provinsi Gorontalo ini berlangsung sejak akhir Agustus, dan menyasar warga dari Dutohe hingga Poowo.
Bantuan ini menyasar warga di delapan desa. Yakni Dutohe, Dutohe Barat, Tanggilingo, Padengo, Oluhuta, Oluhuta Utara, Talango, dan Poowo.
Ismet Mile menyebutkan, kehadiran Gubernur Gorontalo menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Bantuan ini terwujud melalui kolaborasi pemerintah kabupaten dan DPRD Bone Bolango. Kolaborasi itu diwujudkan lewat pokok pikiran (pokir) yang diarahkan untuk manfaat langsung bagi warga.
Pemerintah Hadir di Tengah Warga
Ismet menegaskan, dukungan ini lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan pangan. Program ini diharapkan mampu mengendalikan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
"Bapak Gubernur Gorontalo telah menunjukkan perhatian kepada masyarakat di Kecamatan Kabila. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat," ujarnya di Gorontalo, Rabu.
Dia berharap warga benar-benar merasakan kehadiran pemerintah daerah. Menurutnya, dampak nyata program ini penting bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
"Masyarakat harus benar-benar merasakan bahwa kehadiran pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait itu nyata, serta memiliki dampak bagi pembangunan daerah, termasuk kesejahteraan masyarakat," kata dia.
Bukan Sekadar Bansos, Ada Upaya Jaga Stabilitas Pangan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bone Bolango, Roswaty Agus, menjelaskan bantuan pangan ini adalah upaya ganda. Selain membantu masyarakat, program ini juga menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan daerah.
Roswaty berharap sinergi antara Pemprov Gorontalo, Pemkab Bone Bolango, dan DPRD terus diperkuat. Dengan begitu, program kebutuhan pangan bisa memberi manfaat lebih luas. Tidak hanya bagi penerima bantuan di Kabila kali ini.