BONE BOLANGO — Kabupaten Bone Bolango bertekad memperkuat posisinya sebagai lumbung padi di Provinsi Gorontalo. Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, mencanangkan target produksi padi hingga 10 ton per hektare, sebuah angka yang dinilai realistis mengingat capaian produktivitas saat ini telah melampaui rata-rata nasional.
Data yang dihimpun dari Dinas Pertanian setempat menunjukkan produktivitas padi di Bone Bolango berkisar antara 6 hingga 12 ton per hektare. Angka ini menjadi modal kuat untuk mencapai target yang telah dicanangkan, sekaligus mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pertanian sebagai bukti keberhasilan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani.
Strategi Peningkatan Produksi: Dari Benih Unggul hingga Alsintan
Ismet Mile menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Bone Bolango. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah akan memperkuat berbagai program peningkatan produksi secara berkelanjutan.
- Penyediaan benih unggul yang adaptif terhadap kondisi lahan lokal.
- Penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk efisiensi pengolahan lahan.
- Pemasangan pompa air guna memastikan ketersediaan irigasi sepanjang musim tanam.
- Peningkatan kapasitas petani melalui pendampingan dan pelatihan teknis budidaya.
"Jika produktivitas terus meningkat, maka kesejahteraan petani ikut terdongkrak dan ketahanan pangan daerah akan semakin kuat," ujar Ismet Mile dalam keterangan yang diterima, baru-baru ini.
Capaian Luas Tambah Tanam 99 Persen Jadi Modal Utama
Optimisme pemerintah daerah tidak muncul tanpa dasar. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengapresiasi capaian Bone Bolango yang berhasil mencatat Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 99 persen dengan indeks pertanaman mencapai 250.
Capaian tersebut dinilai menjadi fondasi yang kuat bagi Bone Bolango untuk terus meningkatkan produksi padi. Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, menekankan bahwa percepatan swasembada pangan nasional membutuhkan kesiapan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) di daerah agar berbagai program bantuan pemerintah dapat segera direalisasikan tepat sasaran.
Menuju Sentra Produksi Padi Unggulan di Gorontalo
Dengan target produksi 10 ton per hektare, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berharap daerah ini semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu sentra produksi padi unggulan di Provinsi Gorontalo. Keberhasilan ini juga diharapkan menjadikan Bone Bolango sebagai daerah penopang utama program swasembada pangan nasional.
Langkah selanjutnya, pemerintah daerah akan memperluas penerapan teknologi budidaya modern dan memastikan pendampingan penyuluh berjalan secara berkelanjutan di setiap kecamatan. Sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani menjadi kunci utama untuk merealisasikan target ambisius tersebut.