Pencarian

Air Kemasan untuk Susu Formula Bayi: Wajib Direbus Dulu atau Bisa Langsung?

Selasa, 01 September 2026 • 16:53:01 WIB
Air Kemasan untuk Susu Formula Bayi: Wajib Direbus Dulu atau Bisa Langsung?
Petugas menunjukkan cara menyeduh susu formula dengan air yang direbus hingga suhu 70 derajat Celsius sesuai panduan WHO dan IDAI.

GORONTALO — Jam 2 pagi, bayi menangis minta susu. Tangan otomatis meraih botol, sendok takar, dan galon air minum yang tinggal tuang. Praktis, bersih, dan tidak repot. Tapi tunggu dulu—kebiasaan ini justru bisa membahayakan si kecil tanpa disadari.

Berdasarkan panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), air untuk menyeduh susu formula wajib direbus lebih dulu hingga mendidih, lalu didinginkan sampai sekitar 70 derajat Celsius. Aturan ini berlaku mutlak, termasuk jika kamu memakai air minum dalam kemasan (AMDK) atau air galon.

Kenapa Air Kemasan Saja Tidak Cukup?

Alasannya bukan soal kualitas airnya, melainkan bubuk susu formula itu sendiri. Produk ini bukan barang steril seperti susu cair UHT. Selama proses produksi atau penyimpanan di rumah, ada risiko kontaminasi bakteri berbahaya seperti Cronobacter sakazakii dan Salmonella.

Bakteri-bakteri itu tidak mati hanya dengan air matang biasa atau air suam-suam kuku. Suhu minimal 70°C adalah ambang efektif untuk membunuhnya sebelum susu sampai ke mulut bayi. IDAI mengingatkan, jika formula dibuat dengan air yang tidak cukup panas, campuran susu yang lembap dan hangat justru menjadi lingkungan ideal bagi bakteri berkembang biak dengan cepat.

Langkah Menyeduh Susu Formula yang Benar

Prosedur ini memang sedikit lebih panjang, tapi bukan berarti ribet. Begini urutannya mengacu pada panduan IDAI dan WHO:

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Bersihkan botol, dot, dan peralatan menyusui lain dengan air hangat bersabun, lalu bilas dan sterilkan jika ada alatnya. Lap juga area meja tempat kamu menyiapkan susu.

Rebus air—baik air keran matang maupun AMDK—hingga benar-benar mendidih. Setelah itu, diamkan 10–30 menit sampai suhunya turun ke sekitar 70°C. Jangan pernah mencampur air panas dengan air dingin untuk mempercepat proses, karena ini bisa menurunkan suhu di bawah ambang aman sebelum bubuk tercampur.

Tuang air ke botol sesuai takaran, tambahkan bubuk susu formula sesuai instruksi kemasan, lalu kocok sampai larut sempurna. Dinginkan botol dalam wadah berisi air dingin hingga suhunya sekitar suhu tubuh. Cek dengan meneteskan sedikit susu ke pergelangan tangan bagian dalam.

Soal Air Galon dan Kandungan Mineralnya

Bolehkah pakai air galon untuk bayi? Boleh, dengan catatan tetap direbus dulu sampai mendidih dan didinginkan ke suhu ?70°C. AMDK tidak menghilangkan kewajiban merebus saat menyeduh susu formula.

Sebagian orang tua khawatir mineral dalam air kemasan menumpuk dengan mineral yang sudah ada di susu formula dan membebani ginjal bayi. Menurut ulasan medis di KlikDokter, kekhawatiran ini sebenarnya berlebihan untuk pemakaian sehari-hari karena kadar mineralnya kecil dan tidak berdampak signifikan. Yang jauh lebih penting diperhatikan adalah kebersihan penyimpanan: air kemasan yang sudah terbuka dan tidak segera habis tetap berisiko terkontaminasi, jadi proses merebus tetap wajib, bukan opsional.

Berapa Lama Susu Formula Bertahan Setelah Diseduh?

Susu yang sudah dibuat sebaiknya diberikan dalam waktu 2 jam. Jika bayi belum langsung meminumnya, simpan di kulkas bersuhu di bawah 5°C dan habiskan maksimal 24 jam. Jangan pernah membiarkan susu formula pada suhu ruang lebih dari 2 jam, karena bakteri bisa berkembang biak dengan cepat.

Memang butuh beberapa menit ekstra di dapur, tapi langkah kecil ini menjaga sistem pencernaan bayi yang masih rentan. Sekali terbiasa, ritual menyeduh susu yang aman ini akan terasa otomatis—dan bayimu pun terlindungi dari risiko infeksi yang tidak perlu.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks