GORONTALO — Ekonomi Gorontalo tetap tumbuh meski dengan laju yang lebih lambat. Data triwulanan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan PDRB harga konstan total mencapai Rp 9.136,19 miliar pada kuartal II 2026, naik Rp 142,6 miliar dari kuartal sebelumnya. Capaian ini sekaligus menjadi nilai tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.
Pertumbuhan Kuartal II 2026: Naik 1,59 Persen, Tapi Di Bawah Rata-rata
Kenaikan 1,59 persen pada kuartal II 2026 memang positif, tetapi angkanya sedikit di bawah rata-rata penambahan nilai lima kuartal terakhir yang mencapai Rp 167,2 miliar per triwulan. Padahal kuartal ini hanya menambah Rp 142,6 miliar.
Rata-rata pertumbuhan tiga kuartal terakhir hanya 1,17 persen, lebih rendah dibanding rata-rata lima kuartal terakhir yang berada di 1,57 persen. Artinya, ada perlambatan kecil dalam tiga periode terbaru.
16 Tahun Data: Total Naik 133,06 Persen, Rekor Tertinggi Justru di Kuartal Terakhir
Sepanjang periode observasi sejak Maret 2010, PDRB harga konstan Gorontalo konsisten naik. Total peningkatan mencapai 133,06 persen dari nilai pertama yang tercatat. Nilai terendah sepanjang riwayat terjadi pada Juni 2010 sebesar Rp 3.740,48 miliar, sedangkan rekor tertinggi justru dicetak pada kuartal II 2026 ini.
Dari 66 triwulan data, 45 periode mencatat kenaikan dan 20 periode mengalami penurunan. Tidak ada periode stagnan. Kenaikan tertinggi terjadi pada Desember 2016 sebesar 7,31 persen, sementara penurunan terdalam tercatat Juni 2020 minus 3,74 persen.
Posisi Gorontalo: Tetap Peringkat ke-6 di Sulawesi, Turun di Nasional
Di tingkat Pulau Sulawesi, PDRB Gorontalo konsisten berada di urutan keenam. Namun secara nasional peringkatnya perlahan turun dari posisi 33 pada awal periode menjadi 35 pada kuartal II 2026.
Bandingkan dengan Sulawesi Barat yang mencatat pertumbuhan 6,48 persen pada periode yang sama — lebih dari empat kali lipat capaian Gorontalo. Sulawesi Barat kini menempati peringkat kelima di Pulau Sulawesi dan peringkat 33 nasional dengan nilai PDRB Rp 10.299,42 miliar.
Bagaimana Perbandingannya dengan Provinsi Lain?
Beberapa provinsi di luar Sulawesi juga menjadi pembanding data ini. Papua Barat berada di peringkat 32 nasional dengan PDRB Rp 13.549,85 miliar, hampir 48 persen lebih besar dari Gorontalo, meski tumbuh minus 0,12 persen. Maluku menempati peringkat 34 nasional dengan nilai Rp 9.975,32 miliar, sekitar 9,2 persen lebih besar dari Gorontalo dengan pertumbuhan 1,11 persen.
Sementara itu, Papua Selatan tumbuh 2,47 persen dengan nilai Rp 5.144,63 miliar, dan Papua Pegunungan mencatat pertumbuhan 3,22 persen dengan total PDRB Rp 3.691,53 miliar — hanya sekitar 40 persen dari nilai ekonomi Gorontalo.