GORONTALO — Produsen mobil listrik asal China, BYD, mulai mengambil ancang-ancang untuk memperkenalkan jaringan pengisian daya super cepat "Flash Charging" di Kanada. Informasi ini terkuak dari unggahan lowongan pekerjaan yang terdeteksi oleh Electrek, di mana BYD North America tengah mencari seorang Flash Charging Business Development Manager yang akan ditempatkan di Toronto. Posisi ini bertanggung jawab langsung atas pengembangan dan optimalisasi jaringan pengisian daya BYD di Kanada.
Kecepatan yang Melampaui Supercharger Tesla
Klaim utama dari teknologi Flash Charging ini adalah kecepatan pengisian hingga 1.500 kW. Sebagai perbandingan, pengisi daya publik tercepat di Amerika Utara saat ini mentok di angka 350 kW. BYD menyebut, dalam lima menit, pengguna dapat menambah jarak tempuh hingga 250 mil atau setara 400 kilometer. Artinya, setiap detik pengisian daya mengembalikan 1,2 mil jarak tempuh. Sebagai referensi, Tesla Model 3 yang menggunakan Supercharger membutuhkan 15 menit untuk menambah 170 mil jarak tempuh.
Infrastruktur Bypass untuk Cuaca Ekstrem
Untuk mengatasi keterbatasan kapasitas jaringan listrik lokal, BYD mengandalkan sistem penyangga energi berkapasitas tinggi. "Dipasangkan dengan sistem penyimpanan energi berkapasitas tinggi, infrastruktur ini mem-bypass batasan kapasitas jaringan tanpa membebani jaringan listrik lokal," tulis BYD dalam pernyataannya. Flash Charging menggunakan sepasang power bank raksasa sebagai perantara antara jaringan listrik dan mobil.
Pertanyaan krusial mengenai performa di cuaca dingin—faktor kunci untuk pasar Kanada—juga telah diuji. BYD mengklaim, dalam pengujian internal, pengisian daya pada Denza Z9 GT dengan baterai Blade generasi kedua yang dibekukan pada suhu minus 30 derajat Celcius mampu mengisi daya dari 20 persen ke 97 persen hanya dalam 12 menit. Pada suhu ruangan, proses yang sama disebut hanya memakan waktu sembilan menit.
Ekspansi Global Setelah 20.000 Unit di China
Hingga awal Maret, BYD telah menginstal 4.239 unit Flash Charging di China. Pabrikan asal Shenzhen ini menargetkan total 20.000 unit terpasang pada akhir tahun 2026 sebelum melakukan ekspansi global. Langkah BYD masuk ke Kanada juga didorong oleh kebijakan baru negara tersebut yang hanya mengenakan tarif 6,1 persen untuk 49.000 unit EV asal China setiap tahunnya. Tanda-tanda kehadiran pabrikan China sudah mulai terlihat, mulai dari mobil berpelat pabrikan yang terlihat di area Toronto, hingga perekrutan tenaga kerja oleh Geely dan BYD. Chery bahkan secara resmi mengumumkan niatnya untuk menjual mobil di Kanada pada akhir 2026.