GORONTALO — Kebakaran besar melanda kawasan padat penduduk di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (15/4) dini hari. Sedikitnya puluhan rumah hangus dilalap api, membuat ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal beserta seluruh harta benda yang tidak sempat diselamatkan.
Tabungan Wisuda Anak Ludes, Warga Hanya Selamatkan Diri
Salah satu korban, Lilis, mengaku baru saja mengambil tabungan di bank untuk persiapan wisuda anaknya. Uang tunai dan dokumen penting ikut terbakar. "Buat uang wisuda, sudah ambil dari bank. Sekarang habis semua. Saya cuma bisa bawa baju yang saya pakai ini," katanya di lokasi pengungsian.
Warga lainnya, Ahmad, menyebut kobaran api tiba-tiba membesar dari rumah kosong di ujung gang. "Kami bangun karena teriakan. Listrik langsung mati, semua panik. Ambil KTP dan HP saja enggak sempat," ujarnya.
Kepadatan Bangunan Jadi Kendala Pemadaman
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat, Budi Santoso, mengatakan sebanyak 20 unit mobil pemadam dikerahkan. Namun akses jalan yang sempit dan rumah saling berhimpitan mempersulit proses pemadaman.
"Api cepat merambat karena material bangunan kayu dan triplek. Kami butuh waktu sekitar dua jam untuk melokalisir," jelas Budi di lokasi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian materi ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Pemkot DKI Siapkan Dapur Umum dan Trauma Healing
Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat langsung mendirikan posko pengungsian di lapangan dekat lokasi kebakaran. Dapur umum telah beroperasi sejak pagi untuk memenuhi kebutuhan makanan para korban.
"Kami juga menyiagakan petugas trauma healing untuk anak-anak dan lansia yang mengalami syok," kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Ratna Dewi. Data pasti jumlah pengungsi masih terus didata petugas di lapangan.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polsek Kemayoran. Petugas belum bisa memastikan apakah kebakaran dipicu korsleting listrik atau kelalaian lain karena lokasi kejadian masih dalam proses pendinginan.