Pencarian

Wagub Gorontalo Dorong Petani Promosikan Beras Prebiotik di Penas XVII, Produk Instan Siap Saing

Kamis, 11 Juni 2026 • 12:35:01 WIB
Wagub Gorontalo Dorong Petani Promosikan Beras Prebiotik di Penas XVII, Produk Instan Siap Saing
Wakil Gubernur Gorontalo meninjau produksi beras prebiotik di Desa Dulohupa, Boalemo.

GORONTALO — Inovasi beras prebiotik garapan Kelompok Tani Huyula di Kabupaten Boalemo bakal menjadi salah satu primadona dalam gelaran Penas Tani dan Nelayan XVII. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, secara langsung meninjau proses produksi dan mencicipi produk turunannya, berupa beras instan siap olah, di Desa Dulohupa, Kecamatan Wonosari, Rabu.

Teknologi Prebiotik Tekan Biaya Produksi, Tingkatkan Hasil Panen

Menurut Syahidah, metode budidaya yang diterapkan petani Huyula tidak hanya membuat biaya produksi lebih efisien ketimbang pupuk konvensional. Teknologi prebiotik ini justru mampu menjaga bahkan meningkatkan produktivitas tanaman padi.

"Ini merupakan inovasi baru yang perlu diperkenalkan lebih luas. Saya berharap para petani dapat memanfaatkan Penas XVII sebagai momentum untuk memperkenalkan beras prebiotik dan produk turunannya kepada peserta dari seluruh Indonesia," kata Syahidah saat berdialog dengan kelompok tani setempat.

Produk Turunan Beras Instan Siap Jadi Alternatif Pangan Praktis

Tak hanya menjual beras mentah, Kelompok Tani Huyula telah mengembangkan produk turunan berupa beras instan yang bisa langsung diolah menjadi nasi goreng. Dalam kunjungan itu, Syahidah menyaksikan demonstrasi memasak nasi goreng instan tersebut dan mengaku terkesan dengan kemudahan prosesnya.

Menurut dia, produk ini punya potensi besar sebagai alternatif pangan praktis. Proses pengolahannya sederhana dan penggunaan minyak goreng relatif sedikit, sehingga lebih sehat dibanding nasi goreng pada umumnya.

Pemasaran Digital Jadi Andalan Baru Petani Boalemo

Selain mengandalkan ajang Penas XVII, pemerintah daerah mendorong petani untuk memanfaatkan pemasaran digital. Syahidah menilai media sosial dan platform daring bisa menjadi jembatan untuk memperkenalkan produk inovatif ke konsumen di berbagai daerah tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pola konvensional.

Penas Tani dan Nelayan XVII sendiri akan menjadi ajang pertemuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia. Acara ini juga menjadi sarana berbagi inovasi dan teknologi yang dapat mendukung pengembangan sektor pertanian dan perikanan nasional.

Bagikan
Sumber: gorontalo.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks