GORONTALO — Motorola kembali merilis jajaran ponsel lipatnya untuk tahun 2026, termasuk Razr Ultra yang menjadi model tertinggi di lini flip-style. Namun, berbeda dengan ekspektasi pasar, ponsel ini hanya membawa perubahan minimal dari segi spesifikasi teknis. Alih-alih menyematkan chip terbaru Snapdragon 8 Elite Gen 5, Motorola mempertahankan Snapdragon 8 Elite yang sama seperti Razr Ultra (2025).
Spesifikasi Utama Motorola Razr Ultra (2026)
- Prosesor: Qualcomm Snapdragon 8 Elite (sama dengan 2025)
- RAM: 16 GB
- Layar Utama: 7 inci LTPO AMOLED, resolusi 1224 x 2992 piksel, refresh rate 165Hz, kecerahan puncak klaim 5.000 nits (terukur ~3.000 nits)
- Layar Sekunder: 4 inci, resolusi 1080 x 1272 piksel, refresh rate 165Hz
- Dimensi Terlipat: 88.1 x 74 x 15.7 mm
- Dimensi Terbuka: 171.5 x 74.0 x 7.2 mm
- Material Bodi: Rangka aluminium, punggung veneer kayu (varian tertentu)
- Ketahanan: IP48 (tahan debu penuh dan rendaman air tawar)
- Sensor Sidik Jari: Tertanam di tombol daya
Hal yang Disukai
Layar utama mengalami peningkatan kecerahan — dari klaim 4.500 nits menjadi 5.000 nits. Dalam pengujian nyata, angka yang tercatat hanya sekitar 3.000 nits. Meski demikian, layar eksternal 4 inci mendukung refresh rate 165Hz dengan akurasi warna setara panel utama, membuat transisi antar layar terasa mulus.
Lapisan pelindung layar sampul kini menggunakan Gorilla Glass Ceramic 3, satu tingkat di atas generasi sebelumnya. Meski tidak kasatmata dalam pemakaian harian, ini memberikan ketenangan ekstra soal ketahanan gores. Varian punggung kayu (wood veneer) juga menghadirkan sensasi premium yang jarang ditemukan di ponsel lipat lain.
Hal yang Kurang
Masalah paling kentara ada di sektor harga dan pembaruan. Dengan banderol USD 1.499,99, Razr Ultra (2026) meminta premi USD 200 lebih mahal dari pendahulunya — tanpa memberikan peningkatan chipset. Snapdragon 8 Elite yang digunakan sama persis dengan Razr Ultra (2025), bukan versi Gen 5 yang lebih baru. Di rentang harga ini, konsumen biasanya mengharapkan setidaknya peningkatan prosesor sebagai standar tahunan.
Dimensi ponsel identik dengan model 2025: 88.1 x 74 x 15.7 mm saat terlipat dan 171.5 x 74.0 x 7.2 mm saat terbuka. Motorola masih menggunakan rangka aluminium, bukan titanium seperti yang ditemukan di Razr+ (2026). Sertifikasi IP48 juga tidak berubah, padahal kompetitor mulai merambah IP58 atau IP68.
Performa Nyata
Dalam pengujian, kecerahan puncak layar utama hanya terukur sekitar 3.000 nits, jauh dari klaim 5.000 nits. Motorola menyatakan angka tersebut hanya tercapai dalam skenario spesifik. Pengguna biasa kemungkinan tidak akan pernah merasakan kecerahan maksimal tersebut. Meski demikian, akurasi warna tetap baik di kedua panel.
Untuk urusan performa komputasi, Snapdragon 8 Elite masih sanggup menjalankan aplikasi berat dan game mobile 2026 tanpa hambatan. Namun, ketiadaan peningkatan chip membuat ponsel ini tidak future-proof untuk dua hingga tiga tahun ke depan — sesuatu yang biasanya diharapkan dari ponsel seharga Rp 24,9 jutaan.
Kesimpulan
Motorola Razr Ultra (2026) adalah flip phone paling mumpuni yang bisa dibeli saat ini — dari segi ketahanan, kualitas layar, dan pengalaman lipat. Namun, dengan kenaikan harga yang tidak diimbangi pembaruan bermakna, ponsel ini sulit direkomendasikan sebagai pembelian cerdas. Produk ini paling cocok untuk pengguna yang menginginkan ponsel lipat clamshell terbaik tanpa peduli efisiensi biaya, atau mereka yang melewatkan Razr Ultra (2025) dan ingin masuk ke ekosistem lipat Motorola di titik tertinggi.
Di pasar Indonesia, belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan dan harga Razr Ultra (2026). Dengan tren harga ponsel lipat yang terus naik, konsumen lokal sebaiknya mempertimbangkan apakah peningkatan minimal ini sepadan dengan selisih harga signifikan dibandingkan seri 2025.