Pencarian

Banjir di Gorontalo Utara Lumpuhkan 3 Pasar Tradisional, Ekonomi Warga Terpukul

Selasa, 02 Juni 2026 • 14:42:41 WIB
Banjir di Gorontalo Utara Lumpuhkan 3 Pasar Tradisional, Ekonomi Warga Terpukul
Banjir di Gorontalo Utara merendam tiga pasar tradisional hingga lumpuh total.

GORONTALO UTARA — Banjir yang melanda Kabupaten Gorontalo Utara sejak pekan lalu tidak hanya merendam ribuan rumah, tetapi juga memukul denyut ekonomi lokal. Tiga pasar tradisional di Kecamatan Kwandang, Anggrek, dan Sumalata dilaporkan lumpuh total karena genangan air mencapai lutut orang dewasa.

Pasar Tradisional Tutup, Pedagang Kehilangan Omzet Harian

Pasar Sentral Kwandang, yang biasanya menjadi pusat transaksi sembako bagi warga tiga kecamatan, tidak beroperasi sejak Senin lalu. Pedagang sayur dan ikan basah terpaksa menghentikan aktivitas karena barang dagangan mereka rusak terendam.

“Kami tidak bisa jualan. Ikan dan sayur busuk kena air banjir. Kerugian saya sekitar Rp 2 juta untuk satu hari,” ujar Siti Rahma, pedagang ikan asin di Pasar Kwandang, saat dihubungi, kemarin.

Akses Distribusi Sembako Terputus

Banjir juga merendam ruas jalan provinsi penghubung antara Kecamatan Kwandang dan Sumalata. Akibatnya, truk pengangkut beras, minyak goreng, dan gula pasir dari Kota Gorontalo tidak bisa masuk ke wilayah utara selama tiga hari terakhir.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gorontalo Utara, Ismail Pakaya, menyebut stok sembako di gudang distributor mulai menipis. “Kami koordinasi dengan Polres untuk buka jalur alternatif lewat Desa Molonggota, tapi kondisinya juga becek,” katanya.

Berapa Kerugian Ekonomi Akibat Banjir?

Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gorontalo Utara, banjir merendam sedikitnya 1.200 rumah dan 15 unit usaha kecil seperti warung makan dan bengkel. Kerugian ekonomi sementara diperkirakan mencapai Rp 3,5 miliar, mencakup rusaknya barang dagangan dan terhentinya aktivitas jasa.

Kepala BPBD Gorontalo Utara, Ramli Monoarfa, mengatakan pihaknya masih mendata dampak lanjutan. “Kami fokus evakuasi warga dulu. Pendataan kerugian UMKM akan rampung pekan depan,” ujarnya.

Bagaimana Nasib Harga Sembako di Pasar Lain?

Di pasar tradisional yang masih beroperasi, seperti Pasar Molingkapoto, harga cabai rawit dan bawang merah naik 30 persen akibat pasokan tersendat. Cabai rawit yang sebelumnya Rp 60 ribu per kilogram kini dijual Rp 80 ribu. Harga beras medium masih stabil di Rp 12 ribu per kilogram, namun dikhawatirkan ikut naik jika akses darat tidak segera pulih.

Apa Langkah Pemda untuk Memulihkan Ekonomi Lokal?

Pemkab Gorontalo Utara berencana menyalurkan bantuan sembako untuk 3.000 kepala keluarga terdampak mulai akhir pekan ini. Selain itu, Dinas Koperasi dan UMKM menyiapkan kredit modal kerja ringan bagi pedagang pasar yang rugi.

“Kami alokasikan Rp 500 juta untuk stimulus UMKM. Syaratnya ringan, cukup tunjukkan surat keterangan dari lurah,” kata Sekretaris Daerah Gorontalo Utara, Ridwan Djakaria.

Apakah banjir akan kembali terjadi dalam waktu dekat?

Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan intensitas tinggi masih berpotensi mengguyur Gorontalo Utara hingga akhir pekan ini. BPBD mengimbau warga di bantaran Sungai Kwandang dan pesisir Sumalata untuk tetap waspada dan menyiapkan barang berharga di tempat aman.

Bagikan
Sumber: bernas.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks