GORONTALO — XPeng tidak lagi sekadar memamerkan robot humanoid di atas panggung. Perusahaan yang bermarkas di Guangzhou itu kini mengoperasikan lini produksi otomatis pertama di dunia untuk robot humanoid canggih. Robot IRON dilaporkan telah berjalan keluar dari lini tersebut secara mandiri—sebuah transisi tegas dari purwarupa riset menuju produksi nyata.
Lini produksi ini mengadopsi standar otomotif, meminjam sistem kualitas yang biasa digunakan untuk membangun mobil listrik. Keputusan ini diambil untuk memastikan konsistensi dan keandalan saat robot diproduksi dalam jumlah besar.
Dari Demo Panggung Viral ke Lini Produksi Nyata
IRON sebenarnya sudah mencuri perhatian sejak November tahun lalu saat debut di acara AI Day XPeng. Gerakan jalannya yang mulus memicu tuduhan bahwa ada manusia yang bersembunyi di dalam kostum robot. Para insinyur sampai membedah bagian kaki robot di atas panggung untuk membuktikan bahwa IRON memang robot asli.
Kini, XPeng bergerak lebih jauh. "Lini produksi robot ini dibuat dari nol tanpa preseden," ujar He Xiaopeng, Chairman dan CEO XPeng, dalam pernyataan resmi. "Langkah hari ini kecil, tapi XPeng sedang membangun lini produksi untuk kategori produk yang benar-benar baru."
Dalam momen seremonial, He Xiaopeng bahkan menyematkan lencana karyawan ke badan IRON. Sebuah simbol bahwa robot tersebut kini resmi "masuk daftar gaji" perusahaan.
Spesifikasi IRON: 76 Derajat Kebebasan dan Chip Buatan Sendiri
Dari sisi teknis, IRON dibekali 76 derajat kebebasan di seluruh tubuh dan 21 derajat di masing-masing tangan. Struktur fleksibel tertutup yang membungkus tubuhnya berfungsi ganda sebagai kulit sekaligus fitur keselamatan.
Otak IRON ditenagai tiga chip Turing AI buatan XPeng sendiri, yang diklaim mampu memberikan daya komputasi hingga 2.250 TOPS. Kapasitas ini memungkinkan robot menjalankan model dasar Physical AI secara langsung di perangkat. IRON pun bekerja tanpa kendali jarak jauh dari operator manusia.
Spesifikasi ini sama dengan yang dipaparkan XPeng saat divisi robotikanya mengantongi pendanaan lebih dari 900 juta dolar AS dengan valuasi 6,3 miliar dolar AS. Putaran pendanaan itu dipimpin IDG Capital, dengan partisipasi Tencent dan Alibaba.
Target Produksi dan Rencana Komersialisasi
XPeng menargetkan produksi massal IRON dimulai pada akhir 2026. Pada tahap awal, robot-robot ini akan ditempatkan di toko dan kampus milik XPeng sendiri sebelum peluncuran komersial. Penjualan dan pengiriman ke pelanggan di China maupun luar negeri baru dijadwalkan pada 2027.
Ambisi jangka panjangnya jauh lebih besar. XPeng ingin memproduksi lebih dari 1.000 robot per bulan, dengan target satu juta unit per tahun pada 2030. Namun, klaim bahwa margin kotor per unit IRON akan "jauh lebih tinggi" dibandingkan kendaraan listriknya masih sebatas janji—belum ada satu pun robot yang terkirim ke pelanggan yang membayar.
Perbandingan dengan Tesla Optimus
Perkembangan ini menjadi pembanding yang kurang menguntungkan bagi Tesla. Elon Musk pernah memprediksi produksi sekitar 10.000 unit robot Optimus pada 2026, namun pada Januari lalu ia mengakui belum ada satu pun yang melakukan pekerjaan berguna. Produksi Optimus di Fremont yang baru dimulai sekitar waktu ini diperkirakan berjalan lambat, sementara peluncuran versi V3 terus mundur.
XPeng baru saja menyalakan lini produksinya, sementara Tesla masih dalam proses konversi jalur produksi mobil. Meski demikian, satu robot yang berjalan keluar dari lini produksi belum berarti produksi massal. Pertanyaan sesungguhnya adalah apakah IRON bisa melakukan pekerjaan yang berguna di toko-toko XPeng, atau hanya berdiri tampak seperti manusia. Jawabannya baru akan terlihat pada Desember mendatang.