Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Gorontalo dinilai memiliki kapasitas memadai untuk mengembangkan pemeriksaan mikrobiologi, termasuk deteksi Resistensi Antimikroba (AMR). Penilaian itu disampaikan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Makassar dalam kunjungan lapangan ke Labkesmas Gorontalo di Kota Gorontalo. Kunjungan tersebut memantau fasilitas, peralatan, sumber daya manusia, dan potensi pengembangan layanan laboratorium di provinsi itu.
GORONTALO — Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Masyarakat Provinsi Gorontalo Abdul Razak Olii menyatakan pihaknya telah memiliki modal cukup dari sisi ruangan dan tenaga teknis. Menurut dia, yang masih dibutuhkan adalah dukungan bahan medis habis pakai (BMHP) serta peningkatan kapasitas petugas agar kapasitas yang tersedia bisa dimanfaatkan optimal.
"Dari segi fasilitas ruangan dan tenaga teknis, sudah sangat memadai. Tinggal didukung bahan medis habis pakai (BMHP) serta peningkatan kapasitas petugas," kata Razak.
Metode Manual Jadi Pintu Masuk Pemeriksaan AMR
Ketua Tim Kerja Surveilans AMR sekaligus Kepala Instalasi Mikrobiologi BBLKM Makassar Yoeke Dewi Rasita menilai pemeriksaan AMR di Labkesmas Gorontalo sudah bisa dikembangkan dengan memanfaatkan fasilitas dan tenaga teknis yang tersedia.
"Untuk pemeriksaan Antimicrobial Resistance, sudah bisa dilakukan dengan metode manual. Yang diperlukan selanjutnya adalah dukungan BMHP dan peningkatan kapasitas petugas agar pemeriksaan dapat dilakukan secara optimal," kata Yoeke.
Dukungan BMHP menjadi kunci karena metode manual tetap memerlukan reagen dan media kultur yang harus tersedia rutin. Tanpa pasokan itu, kapasitas ruangan dan tenaga teknis tidak bisa dikonversi menjadi layanan pemeriksaan yang berjalan harian.
Ruangan Standar BSL-2 (+) Dukung Pemeriksaan TBC dan Kultur Bakteri
Hasil kunjungan BBLKM Makassar mencatat fasilitas mikrobiologi Labkesmas Gorontalo mendukung pemeriksaan berbagai spesimen dan mikroorganisme. Laboratorium tersebut memiliki ruangan sesuai standar BSL-2 (+) yang dapat digunakan antara lain untuk pemeriksaan tuberkulosis dan kultur bakteri.
Kedua jenis pemeriksaan itu menopang Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) di rumah sakit. Dari sisi sumber daya manusia, hasil pemantauan menyebutkan tenaga yang tersedia dinilai telah sesuai untuk mendukung pengembangan layanan laboratorium secara komprehensif.
Rekomendasi: Pelatihan Kultur untuk Seluruh Rumah Sakit di Gorontalo
Kunjungan tersebut merekomendasikan optimalisasi pemanfaatan laboratorium, termasuk pelatihan kultur untuk mendukung PPRA di seluruh rumah sakit di Provinsi Gorontalo serta penguatan sistem manajemen mutu laboratorium.
Peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan penguatan kompetensi tetap diperlukan sebagai bagian dari pengembangan berkelanjutan. Penguatan layanan mikrobiologi dan AMR menjadi bagian dari potensi Labkesda Gorontalo sebagai laboratorium rujukan di tingkat provinsi.
Dengan dukungan fasilitas, peralatan, tenaga teknis, BMHP, serta peningkatan kompetensi petugas, Labkesda Gorontalo berpeluang memperluas kapasitas pemeriksaan mikrobiologi. Perluasan itu sekaligus memperkuat dukungan laboratorium terhadap surveilans dan pengendalian resistensi antimikroba di daerah.