GORONTALO — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan banyak pengguna kendaraan beralih dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi setelah harga minyak dunia menembus US$ 100 per barel. Pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi, sehingga selisih dengan BBM nonsubsidi yang nyaris semuanya naik kian melebar. Bahlil meminta pemilik mobil mewah tetap memakai BBM nonsubsidi agar subsidi tepat sasaran.
Bahlil menyampaikan hal tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026). Ia menilai lonjakan harga minyak dunia berdampak langsung pada harga bahan bakar nasional, sementara pemerintah memilih menahan harga BBM subsidi.
Harga Minyak Dunia Sentuh US$ 100 per Barel
Menurut Bahlil, harga minyak mentah dunia sudah menembus level US$ 100 per barel. Kondisi itu memaksa harga BBM nonsubsidi naik hampir di semua jenis.
Di sisi lain, pemerintah tidak mengubah harga BBM subsidi sama sekali. Selisih harga antara kedua jenis bahan bakar itu pun makin lebar.
"Ya kita tahu bahwa harga dunia sekarang kan lagi, tidak dalam kondisi baik-baik saja. Sekarang sudah mencapai US$ 100 lebih, US$ 100 lebih per barel. Jadi pasti berdampak pada harga nasional, di mana harga subsidi kita tidak ada kita naikkan. Jadi pasti orang akan memilih ke sana," ujar Bahlil.
Antrean Panjang di Makassar Jadi Salah Satu Dampak
Peralihan konsumsi BBM nonsubsidi ke BBM subsidi disebut Bahlil turut memicu antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar di Makassar, Sulawesi Selatan. Antrean membludak karena banyak masyarakat mencari bahan bakar yang lebih murah.
Bahlil menyebut peralihan itu terjadi pada sebagian pengguna BBM dengan RON 92 dan RON 95 yang sebelumnya membeli bahan bakar nonsubsidi.
"Kondisi kemarin itu kan ada memang yang shifting dari pemakaian BBM yang tadinya memakai RON 92, 95, yang nonsubsidi, ada sebagian ke subsidi," jelas Bahlil.
Imbauan untuk Pemilik Mobil Mewah
Bahlil meminta masyarakat mampu, terutama yang memakai kendaraan mewah, tidak ikut mengonsumsi BBM subsidi. Menurutnya, subsidi diperuntukkan bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
"Tapi maksud saya adalah, saudara-saudara kita yang mampu, yang memakai mobil bagus, ya tolonglah, subsidi ini kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," kata Bahlil.
Pernyataan Bahlil muncul di tengah tekanan harga minyak global yang belum menunjukkan tanda penurunan. Pemerintah belum mengumumkan rencana penyesuaian harga BBM subsidi maupun skema pembatasan baru bagi kendaraan mewah.