GORONTALO — Winamp mengumumkan kebangkitan versi barunya pada 2027 melalui kemitraan dengan Deezer, menghadirkan layanan streaming berlangganan untuk pertama kalinya dalam sejarah hampir 30 tahun pemutar MP3 legendaris itu. Pemutar baru ini akan berdampingan dengan aplikasi desktop klasik yang diklaim masih punya lebih dari 40 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Langkah ini menandai comeback Winamp setelah upaya revival serupa pada 2019 silam gagal terwujud.
Winamp resmi mengumumkan rencana kebangkitan pada 2027 lewat kemitraan dengan layanan streaming Deezer. Pemutar MP3 legendaris era pra-streaming itu akan hadir sebagai aplikasi baru dengan layanan berlangganan premium sendiri, sementara Deezer menyediakan teknologi streaming white-label beserta katalog musik berlisensi.
Pengumuman resmi menyebut pemutar baru ini akan menggabungkan langganan streaming dengan file lokal, radio internet, podcast, dan pustaka musik yang tersimpan di cloud. Winamp menegaskan aplikasi desktop klasik tidak akan digantikan, melainkan tetap berjalan berdampingan.
Fitur dan Layanan yang Dijanjikan
Winamp menjanjikan model berlangganan yang "fundamentally different" alias berbeda secara mendasar dari layanan streaming yang ada sekarang. Meski begitu, perusahaan belum mengungkap detail harga maupun platform yang didukung.
Beberapa fitur yang sudah dikonfirmasi lewat siaran pers mencakup antarmuka yang bisa dikustomisasi, fitur sosial, serta alat baru untuk menemukan dan mengelola musik. Winamp juga berjanji akan merilis pratinjau produk lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.
Mengapa Deezer Butuh Winamp
Kemitraan ini muncul di tengah tekanan bisnis yang dihadapi Deezer. Laporan keuangan paruh pertama 2026 menunjukkan langganan baru dari kesepakatan mitra turun menjadi 3,1 juta, berkurang sekitar 800.000 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan dari segmen kemitraan itu juga turun 7,6 persen menjadi 70,7 juta euro, seiring berakhirnya kerja sama bundling dengan raksasa ritel Amerika Latin Mercado Libre. Kepada investor pada April, Deezer menyatakan pembangunan kembali lini bisnis lewat kesepakatan white-label sebagai prioritas strategis, dengan segmen terbaru mencakup Telenor dan pemasok energi Prancis EDF.
Deezer menandatangani kesepakatan dengan Winamp pada 1 Juli, beberapa pekan sebelum pengumuman resmi, dan mempresentasikannya sebagai bagian dari program Deezer for Business yang diperbarui. Dalam skema white-label ini, Deezer menjalankan infrastruktur streaming dan memasok katalog, sementara Winamp mempertahankan kepemilikan penuh atas produk inti, merek, dan hubungan dengan pelanggan.
Kedua pihak saling melengkapi. Winamp tidak memiliki lisensi musik maupun infrastruktur streaming, sedangkan Deezer mendapatkan merek terbesar yang pernah masuk ke program white-label-nya.
Janji Lama yang Akhirnya Terwujud?
Winamp sebenarnya pernah menjanjikan kebangkitan serupa sebelumnya. Alexandre Saboundjian, yang saat itu menjabat CEO Radionomy selaku pemilik Winamp dan kini CEO Winamp Group, mengatakan kepada TechCrunch pada Oktober 2018 bahwa Winamp versi baru akan diluncurkan tahun berikutnya.
Ia menjanjikan "a more complete listening experience" yang mencakup perangkat rumah, MP3, pustaka cloud, podcast, dan stasiun radio streaming. Rencana revival ramah streaming untuk 2019 itu tidak pernah terwujud karena bergantung pada integrasi layanan streaming pihak ketiga ke dalam satu aplikasi, pendekatan yang butuh kesepakatan yang tak pernah diumumkan Winamp.
Kemitraan Deezer-Winamp 2027 menghindari masalah itu sepenuhnya dengan membundel layanan Winamp bersama lisensi dan infrastruktur streaming Deezer sejak hari pertama. Versi penyegaran perangkat lunak MP3 favorit orang tua ini sempat hadir pada 2022, disusul langkah pengelolaan merek yang bergejolak.
Winamp menerbitkan kode sumber pemutar klasiknya di GitHub pada September 2024 dengan lisensi khusus yang awalnya melarang siapa pun mendistribusikan fork. Repositori itu dihapus beberapa pekan kemudian setelah lisensi menuai kritik berkepanjangan dan ditemukan kode proprietary milik Dolby serta Microsoft di dalamnya.
Posisi di Pasar Streaming
Untuk pertama kalinya dalam sejarah hampir 30 tahun, Winamp akan menawarkan langganan premium. Jika kemitraan dengan Deezer berhasil, ini akan menjadi kebangkitan besar bagi layanan yang sempat direncanakan ditutup AOL pada 2013 sebelum akhirnya dijual ke Radionomy.
Winamp menyasar pengguna lama yang tumbuh besar dengan pemutar MP3 ikonik itu, sekaligus mencoba menarik pendengar baru yang ingin pengalaman mendengarkan musik berbeda dari platform streaming arus utama. Keputusan pembelian masih menunggu pengumuman harga dan ketersediaan platform yang dijanjikan dalam beberapa bulan ke depan.