GORONTALO — Bulog menargetkan penyaluran beras bantuan Presiden Prabowo di Provinsi Gorontalo selesai sebelum akhir bulan ini. Total 12.000 ton beras disiapkan untuk menjangkau warga di 16 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Pohuwato, Bone Bolango, Gorontalo Utara, dan Boalemo.
Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Gorontalo Gusnar yang meminta Bulog mempercepat distribusi bantuan pangan untuk alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September.
IPH Beras Gorontalo Tembus 8,06 Persen, Tiga Kabupaten Alami Kenaikan Signifikan
Kenaikan harga beras di Gorontalo terbilang tinggi dalam sepekan terakhir. Berdasarkan hasil rapat inflasi yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri, IPH beras Provinsi Gorontalo berada di angka 8,06 persen pada minggu kedua Agustus.
Lonjakan paling tajam terjadi di Kabupaten Bone Bolango dengan IPH mencapai 13,01 persen. Disusul Kabupaten Pohuwato sebesar 9,67 persen dan Gorontalo Utara 6,47 persen.
Gubernur Hubungi Bulog Langsung Setelah Rapat Inflasi
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Gorontalo Trizal Entengo mengungkapkan, instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Gusnar kepada Kepala Bulog Gorontalo tanpa menunggu waktu lama.
"Jadi kemarin setelah rapat dengan Sekjen Kemendagri, Bapak Gubernur langsung menghubungi kepada Bulog untuk segera menyalurkan bantuan beras Presiden Prabowo. Hari ini sudah mulai ditindaklanjuti," kata Trizal, Rabu (19/8/2026).
"Sehingga Bapak Gubernur menginstruksikan kepada Kepala Bulog Gorontalo untuk segera menyelesaikan penyaluran beras bantuan pangan untuk alokasi tiga bulan yakni Juli, Agustus dan September," imbuhnya.
Bantuan Beras Jadi Andalan Tekan Harga saat Kemarau
Penyaluran bantuan pangan ini diharapkan mampu menahan laju kenaikan harga beras di tengah musim kemarau yang melanda wilayah Gorontalo. Biasanya, musim kemarau memicu penurunan produksi dan mengganggu distribusi bahan pokok.
Gubernur Gusnar mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Stok yang ada di Gorontalo dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga bantuan selesai disalurkan.
Dengan target penyelesaian pada 26 Agustus 2026, Bulog diharapkan bergerak cepat menjangkau 16 kecamatan yang menjadi lokus penyaluran agar dampak terhadap inflasi segera terasa di pasar.