Pencarian

Sutradara Debut di Edinburgh Film Festival Bongkar Kekacauan Syuting, dari Aktor Tenggelam hingga Michael Sheen

Selasa, 18 Agustus 2026 • 20:30:01 WIB
Sutradara Debut di Edinburgh Film Festival Bongkar Kekacauan Syuting, dari Aktor Tenggelam hingga Michael Sheen
Sutradara Thom Lunshof berbicara mengenai proses syuting film debutnya, "First Zone", yang seluruhnya dilakukan di atas air di Edinburgh, Skotlandia.

GORONTALO — Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai Variety Lounge di Caledonian Hotel, Edinburgh, Skotlandia, pekan ini. Sepuluh film yang bersaing memperebutkan Sean Connery Prize for Feature Filmmaking Excellence mempertemukan para sutradara pendatang baru yang rela melakukan apa saja demi visi artistik mereka, meski nyaris celaka.

Syuting di Atas Air: Mimpi Buruk yang Jadi Kebanggaan

Sutradara asal Belanda, Thom Lunshof, mengaku melanggar aturan emas perfilman untuk debutnya, "First Zone". Film sci-fi pasca-apokaliptik ini seluruhnya dibidik di atas air, sebuah keputusan yang ia sadari sangat berisiko.

"Saya lulusan sekolah film, dan satu hal yang diajarkan adalah jangan syuting di atas air jika tidak punya anggaran besar atau pengalaman," ujarnya. Hari kedua syuting langsung menjadi bencana: aktor hampir tenggelam, kamera jatuh ke laut, dan perahu membawa aktris utamanya hanyut ke cakrawala.

Meski kacau, Lunshof justru menemukan makna di balik kekacauan itu. "Saya sadar betapa istimewanya melakukan ini untuk film pertama. Dan kami masih hidup! Kami tidak tenggelam!" kelaknya.

Momen Transendental di Lokasi Syuting

Sutradara Amerika Serikat, Tyler-Marie Evans, punya cerita berbeda dari balik layar "Pretty Babies", film tentang dua bintang Hollywood yang terseret industri dewasa. Ia mengenang hari syuting terpadat dengan berpindah-pindah motel dalam satu hari.

Saat itu, aktris Sadie Stanley baru saja menyelesaikan adegan emosional yang berat. "Dia langsung pingsan di pelukan saya sambil menangis, berkata 'Aku sudah memberikan segalanya untukmu!'," kenang Evans. Momen itu ia sebut transendental dan menjadi pengingat mengapa ia memilih profesi ini.

"Sungguh sebuah keistimewaan bekerja sebagai sutradara, terhubung dengan aktor, dan mudah-mudahan dengan penonton," tambahnya.

Duo Sahabat dan Nasihat Bijak untuk Sutradara Tunggal

Ollie Gardner dan Jake Harvey, duet sutradara di balik "The State of Us", justru memanfaatkan persahabatan mereka untuk bertahan. Film tentang dua sahabat lama yang menghabiskan malam terakhir bersama ini terasa personal bagi keduanya.

"Kami diberkati bisa melakukannya bersama. Kami sahabat baik yang membuat film tentang dua sahabat baik, jadi rasanya sudah semestinya," kata Harvey. Meski begitu, ia mengakui perjuangan membuat film independen pertama penuh dengan kompromi dan pertempuran kecil.

"Untungnya ada dua orang yang bisa beradu argumen dan saling menyemangati. Semua jadi tantangan kreatif, bukan sekadar masalah logistik," ujarnya. Gardner pun bercanda, "Pacar kami mungkin mulai mempertanyakan hubungan kami!"

Sementara itu, Frieda Luk dari Kanada punya cara sendiri menjaga kewarasannya selama syuting "Sacred Creatures". Seorang teman memberinya nasihat: bersyukurlah untuk setiap shot yang didapat.

"Setiap kali sebelum bilang 'action', saya melihat sekeliling ruangan, ke seluruh kru dan pemain, dan mengucap terima kasih dalam hati. Itu membuat saya merasa, 'Ini benar-benar terjadi, saya memang seharusnya ada di sini'," tuturnya.

Kelas Master dari Michael Sheen

Simon Ryninks, sutradara "Out There", mendapat kehormatan langka untuk debut: merekrut legenda akting Wales, Michael Sheen. Ia mengaku menulis peran itu khusus untuk Sheen dan tidak percaya sang aktor akhirnya bergabung.

"Bekerja dengan orang seperti dia adalah sebuah hak istimewa. Itu seperti kelas master melihat seorang performer menghidupkan peran," puji Ryninks.

Ia mengakui kehadiran Sheen membuatnya "benar-benar harus meningkatkan standar" permainannya sebagai sutradara.

Kembali ke Titik Awal di Edinburgh

Bagi Lindsey Ryan, sutradara "Capsized" tentang keluarga disfungsional yang berlibur dengan perahu, Edinburgh punya arti khusus. Di kota inilah ia menerima kabar bahwa proyeknya mendapat lampu hijau untuk diproduksi.

Kini, ia kembali ke tempat yang sama untuk memamerkan hasil karyanya kepada publik. Perjalanan panjang dari pitching hingga premiere di festival ternama itu menjadi penutup sempurna untuk pengalaman pertamanya sebagai sutradara film panjang.

Kesebelas sutradara itu sepakat satu hal: terlepas dari segala kekacauan, kelelahan, dan momen krisis, hasrat untuk bercerita melalui film tidak pernah padam. Seperti diungkapkan salah satu dari mereka, "Ini kecanduan."

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: variety.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks