Pencarian

Kebutuhan Listrik Bali 1.200 MW, Pasokan LNG dari Pelindo Baru 200 MW

Selasa, 26 Mei 2026 • 15:28:01 WIB
Kebutuhan Listrik Bali 1.200 MW, Pasokan LNG dari Pelindo Baru 200 MW
Pasokan LNG dari PMT Benoa baru mencukupi 200 MW dari kebutuhan listrik Bali sebesar 1.200 MW.

GORONTALO — Hingga April 2026, realisasi bongkar muat LNG di PMT Branch Benoa mencapai 5.482.991 MMBTU, naik dari 5.204.272 MMBTU pada periode yang sama tahun lalu. Secara tahunan, kinerja 2025 bahkan mencatat lonjakan 14,3 persen menjadi 15.943.575 MMBTU dibandingkan 13.971.183 MMBTU di 2024.

Pasokan Gas Baru Penuhi Seperenam Kebutuhan Listrik Bali

Branch Manager PMT Branch Benoa, Herfianto Bayu, mengungkapkan kebutuhan listrik Bali mencapai 1.200 megawatt (MW). Dari angka itu, pasokan LNG yang dikirim melalui terminalnya baru mencukupi sekitar 200 MW.

"Kekurangan supply untuk gas Bali dipenuhi dari Paiton, dan PLTU Celukan Bawang," ujar Bayu kepada Ocean Week di Benoa, Selasa (26/5).

PMT Benoa memiliki kapasitas regasifikasi 50 MMSCFD atau setara rata-rata 53.500 MMBTU per hari. Angka ini masih jauh dari cukup untuk menopang seluruh pembangkit listrik di Bali yang sebagian besar mengandalkan energi fosil dari luar pulau.

Terminal LNG Bakal Direlokasi demi Proyek Wisata Bahari

Pelindo berencana memindahkan terminal LNG Benoa ke lokasi yang tidak jauh dari posisi saat ini. Langkah ini terkait zonasi kawasan yang akan diubah menjadi Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).

"Karena zonasi, tahun ini sudah dibangun, sebab dermaga yang sekarang akan digunakan untuk BMTH sehingga penataan wilayah pelayanan menjadi lebih baik," jelas Bayu.

Relokasi ini diharapkan tidak mengganggu distribusi gas ke pembangkit listrik di Bali dan sekitarnya. PMT menyebut pertumbuhan arus LNG menjadi indikator meningkatnya aktivitas logistik energi serta kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan operasional pelabuhan.

Target Jadi Pemasok Utama Gas Bumi di Wilayah Timur

Bayu menambahkan, tren positif ini memperkuat peran PMT Benoa dalam mendukung distribusi energi nasional, khususnya untuk Indonesia tengah dan timur. Peningkatan kinerja disebut didorong optimalisasi layanan operasional, kesiapan fasilitas terminal, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan.

“PMT Branch Benoa terus berkomitmen menjaga keandalan layanan bongkar muat LNG melalui penguatan aspek operasional, keselamatan, dan efisiensi layanan guna mendukung kelancaran distribusi energi nasional,” ujar Bayu.

Ke depan, Bayu berharap PMT bisa berkembang dan menjadi pemasok LNG yang lebih besar di wilayah Bali. Dengan kapasitas regasifikasi yang ada, terminal ini masih memiliki ruang untuk meningkatkan volume pasokan jika permintaan dari pembangkit listrik lokal bertambah.

Bagikan
Sumber: oceanweek.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks