Pencarian

Rupiah Tembus Rp 17.724 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Selasa, 19 Mei 2026 • 10:58:01 WIB
Rupiah Tembus Rp 17.724 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah melemah ke posisi Rp 17.724 per dolar AS, tercatat sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah.

GORONTALO — Level psikologis Rp 17.700 per dolar AS kini resmi ditembus. Sepanjang tahun berjalan, rupiah sudah terdepresiasi hingga 6,25% terhadap greenback. Tekanan terhadap mata uang Garuda tidak datang sendirian; hampir seluruh mata uang Asia kompak melemah. Won Korea Selatan menjadi yang terburuk dengan pelemahan 0,74%, disusul baht Thailand 0,18%, dolar Singapura 0,09%, dan yen Jepang 0,08%.

Eskalasi Geopolitik Mereda, Tapi Domestik Masih Jadi Beban

Analis Doo Financial Lukman Leong mengidentifikasi dua kekuatan yang saling tarik menarik di pasar hari ini. Di satu sisi, meredanya kekhawatiran global setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran memberikan sedikit ruang napas bagi aset berisiko negara berkembang.

"Pelaku pasar masih mencermati kondisi domestik yang dinilai masih lemah," kata Lukman dalam keterangannya, Selasa (19/5). Ia menambahkan bahwa investor saat ini lebih memilih wait and see, menanti keputusan suku bunga BI yang diperkirakan akan naik untuk menahan laju pelemahan rupiah.

Ekspektasi Kenaikan BI Rate Bikin Pasar Hati-hati

Fokus utama pasar hari ini tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Ekspektasi kenaikan suku bunga acuan membuat pelaku pasar cenderung menghindari posisi agresif. Mereka khawatir langkah BI yang terlalu agresif justru bisa menekan pertumbuhan ekonomi, namun di sisi lain, kenaikan bunga diperlukan untuk memperlebar imbal hasil (yield) agar menarik aliran modal asing.

Menurut Lukman, sentimen hati-hati ini membuat pergerakan rupiah diperkirakan masih terbatas. Ia memproyeksikan kurs rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.600 hingga Rp 17.700 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Potensi penguatan pun disebutnya terbatas selama fundamental domestik belum menunjukkan perbaikan signifikan.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Level Rp 17.700 menjadi garis pertahanan psikologis berikutnya. Jika rupiah terus tertekan dan tembus level tersebut secara konsisten, intervensi ganda dari BI—baik melalui instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) maupun operasi pasar terbuka—akan menjadi kunci. Investor kini hanya bisa menunggu sinyal dari RDG BI: apakah bank sentral akan menaikkan suku bunga 25 atau 50 basis poin, dan seberapa kuat komitmennya untuk menstabilkan kurs.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks