GORONTALO — Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari Fraksi PKS, Mohamad Rizal Badja, meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menangani sampah yang masih berserakan. Hal ini disampaikannya menyusul persiapan daerah sebagai tuan rumah Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2026 yang akan digelar akhir Juni mendatang.
“Ketika tamu datang di Kabupaten Gorontalo, yang pertama kali mereka lihat adalah kebersihan daerah yang mereka kunjungi,” ujar Rizal saat diwawancarai pada Rabu (13/5/2026).
Kesan Pertama Tamu dari Bandara hingga Jalur Darat
Menurut Rizal, penilaian terhadap daerah tidak hanya dimulai dari lokasi acara atau tempat wisata. Tamu akan membentuk opini sejak pertama kali memasuki wilayah Gorontalo, baik melalui bandara maupun jalur transportasi darat.
“Sebagai tuan rumah kegiatan nasional, tentu kita ingin memberikan kesan baik kepada para tamu yang datang,” katanya.
Sampah Pagi Hari Jadi Keluhan Warga
Rizal mengungkapkan masih banyak laporan dari masyarakat mengenai sampah yang berserakan pada pagi hari. Kondisi ini ditemukan baik di tempat pembuangan resmi maupun di luar area yang seharusnya.
“Kita masih melihat banyak laporan masyarakat bahwa sampah masih berserakan pada pagi hari, baik di tempat pembuangan maupun di luar tempat pembuangan sampah,” ungkapnya.
Bukan Hanya Tugas Dinas Lingkungan Hidup
Politikus PKS itu menegaskan persoalan sampah tidak bisa dibebankan semata-mata kepada Dinas Lingkungan Hidup. Seluruh unsur pemerintahan, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan, harus terlibat aktif.
Ia mendorong penguatan koordinasi agar kebersihan daerah terjaga secara konsisten, terutama menjelang kedatangan peserta dan tamu nasional. Menurutnya, citra Gorontalo sebagai tuan rumah bergantung pada kesiapan ini.
Penas KTNA 2026 sendiri direncanakan berlangsung pada akhir Juni mendatang. Ajang ini akan dihadiri oleh petani, nelayan, dan andalan pertanian dari seluruh Indonesia.