GORONTALO — Rumah sakit rujukan di Provinsi Gorontalo itu tak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga pusat belajar bagi daerah lain. RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie baru saja menerima kunjungan tim studi tiru dari DPRD Kabupaten Bone Bolango bersama manajemen RSUD Tombulilato.
Apa yang Dipelajari dari Sistem BLUD RSUD Ainun Habibie?
Direktur RSUD Ainun Habibie, dr. Fitriyanto Rajak, yang akrab disapa dokter Fito, menjelaskan bahwa pihaknya memaparkan sejumlah aspek krusial. Mulai dari perencanaan anggaran, fleksibilitas pengelolaan keuangan, sistem pelayanan, hingga strategi peningkatan mutu layanan kesehatan.
"Kami membagikan langkah-langkah strategis sesuai mekanisme dalam pengelolaan yang diterapkan, untuk dibagikan sebagai bahan studi tiru," kata dokter Fito di Gorontalo, Selasa.
Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Pihak RSUD Ainun Habibie mengaku mendapat banyak pertanyaan dari peserta studi tiru, terutama terkait pengelolaan pendapatan rumah sakit dan tata kelola keuangan yang transparan.
"Kami menerima banyak pertanyaan dan berbagi pengalaman antara peserta studi tiru dan manajemen rumah sakit," ujar dokter Fito.
Melalui kegiatan ini, diharapkan DPRD Bone Bolango dan RSUD Tombulilato dapat memperoleh referensi yang efektif dan akuntabel untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
BLUD Jadi Kunci Layanan Kesehatan Unggulan
RSUD Ainun Habibie sendiri terus mengedepankan layanan unggulan dengan meningkatkan infrastruktur, seperti ruang rawat inap, poliklinik, dan fasilitas pendukung lainnya. Upaya ini sejalan dengan cita-cita Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, yang memprioritaskan layanan kesehatan unggulan bagi masyarakat.
Dokter Fito bersyukur pengelolaan BLUD di rumah sakitnya mendapat perhatian dari pemerintah daerah lain. Ia berharap seluruh rumah sakit di Gorontalo dapat menerapkan pengelolaan terbaik untuk memberikan pelayanan super cepat dan tepat sesuai harapan masyarakat.