Pencarian

Anggota DPR Rachmat Gobel Tinjau Standar Layanan SPPG Libuo Gorontalo

Rabu, 06 Mei 2026 • 19:00:26 WIB
Anggota DPR Rachmat Gobel Tinjau Standar Layanan SPPG Libuo Gorontalo
Anggota DPR Rachmat Gobel melakukan inspeksi layanan di SPPG Libuo Gorontalo.

GORONTALO — Anggota DPR RI daerah pemilihan Gorontalo, Rachmat Gobel, melakukan inspeksi mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Libuo, Kecamatan Dungingi, Rabu (6/5/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh prosedur yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) telah dijalankan dengan benar oleh pengelola lapangan.

“Semua tertata rapi, bersih, dan mengikuti semua prosedur yang ditetapkan BGN,” ujar Rachmat Gobel saat berkeliling meninjau fasilitas mulai dari dapur, ruang penyimpanan food tray, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Kapasitas Layanan SPPG Libuo Akan Ditingkatkan

Kepala SPPG Libuo, Siti Riani Claurenza Polontalo menjelaskan, saat ini fasilitas tersebut baru melayani 927 porsi untuk 3 TK dan 4 SD di Kelurahan Libuo dan Tuladenggi. Namun, dalam waktu dekat kapasitas akan ditingkatkan menjadi 1.987 porsi dengan jangkauan 4 TK dan 6 SD.

Operasional harian didukung oleh 30 karyawan yang terbagi dalam berbagai divisi, mulai dari tim pengolahan, pemorsian, hingga petugas kebersihan dan keamanan. Proses memasak dimulai sejak tengah malam dan harus tuntas pada pukul 05.00 WITA agar siap didistribusikan tepat waktu.

“Mereka bekerja dari tengah malam dan proses masak selesai pukul lima pagi, dan pukul tujuh sudah siap didistribusikan,” kata Siti menjelaskan ritme kerja di dapur steril tersebut.

Gobel Sarankan Standar Sterilisasi Industri Kuliner

Meski mengapresiasi kebersihan lokasi, Rachmat Gobel memberikan catatan khusus terkait sterilisasi udara. Ia menyarankan pengelola memasang sistem blower di pintu masuk untuk menyemprot debu dari pakaian setiap orang yang masuk, serupa dengan standar pabrik kuliner Chateraise miliknya.

“Indonesia ini, apalagi di Gorontalo, banyak debu. Jadi perlu lebih steril lagi dari debu,” tutur Gobel. Sebagai langkah nyata, ia menyumbangkan mesin penjernih air agar air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan benar-benar higienis.

Di Provinsi Gorontalo sendiri saat ini terdapat 89 titik SPPG. Gobel meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo untuk terus melakukan supervisi rutin, terutama pada aspek pengolahan limbah dan standar kesehatan makanan.

Kritik Masyarakat Sebagai Bagian dari Ekosistem

Menanggapi dinamika program Makan Bergizi Gratis (MBG), Gobel mengingatkan agar seluruh pengelola SPPG tidak antikritik. Menurutnya, pengawasan dari masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga kualitas program yang menyasar masa depan generasi penerus tersebut.

“Kritik dari masyarakat adalah masukan. Jangan dijadikan sebagai bentuk kebencian atau ketidaksukaan. Program Makan Bergizi Gratis ini program yang bagus, massal, dan harus didukung,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa SOP yang telah disusun oleh BGN dengan menempatkan ahli gizi dan akuntan di setiap unit harus benar-benar diterapkan secara konsisten. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kasus keracunan makanan atau penurunan kualitas asupan gizi di lapangan.

“Lihat substansinya, perbaiki diri, dan tanggapi secara terukur dan positif. Kita semua ingin Indonesia yang berkualitas dan maju,” pungkas Gobel.

Bagikan
Sumber: newsnesia.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks