GORONTALO — Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WITA itu diikuti ketua jurusan atau koordinator program studi serta perwakilan tim pengembang kurikulum dari setiap program studi di lingkungan UNG. FKTP mengirimkan perwakilannya sebagai bentuk komitmen fakultas meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Fokus pelatihan ada pada penyelarasan kurikulum dengan capaian pembelajaran lulusan, penguatan metode pembelajaran, serta penerapan sistem penilaian yang terukur dan berorientasi pada kompetensi lulusan.
Apa Saja yang Dilatih dalam Dua Hari Itu
Peserta dibekali kemampuan menyusun dan menyempurnakan dokumen RPS yang selaras dengan CPL. Materi lain menyangkut penerapan metode penilaian sesuai kompetensi yang ditargetkan.
Pengembangan kurikulum juga diarahkan agar adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan dan perikanan, sekaligus responsif terhadap kebutuhan dunia kerja.
Pelatihan ini menempatkan peninjauan dokumen kurikulum program studi sebagai bagian tak terpisahkan dari proses, bukan kegiatan terpisah.
Mengapa Kurikulum Jadi Pintu Masuk Akreditasi
Bagi FKTP UNG, penguatan kurikulum dan pembelajaran menyokong visi fakultas menjadi fakultas unggul dan kompetitif di bidang teknologi kelautan dan perikanan berbasis kawasan. Kualitas kurikulum dinilai sebagai salah satu langkah penting untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan inovatif.
Daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional bergantung pada seberapa rapi dokumen pembelajaran disusun dan seberapa konsisten penilaian dijalankan.
Kolaborasi Antarprogram Studi dan Budaya Mutu
Keikutsertaan FKTP UNG diharapkan mendorong kolaborasi antarprogram studi dalam mengembangkan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (Outcome-Based Education/OBE). Kerja sama itu mencakup peningkatan kualitas evaluasi pembelajaran.
Yang dituju bukan sekadar dokumen baru, melainkan budaya mutu akademik yang berkelanjutan di lingkungan fakultas.
Melalui pelatihan ini, UNG menyiapkan diri menghadapi tuntutan peningkatan mutu pendidikan tinggi. Standar nasional dan internasional menjadi acuan, sementara daya saing program studi diuji lewat kesiapan dokumen dan proses pembelajaran.