GORONTALO — Proses regenerasi kepemimpinan sepak bola Gorontalo memasuki tahap krusial. PSSI Provinsi Gorontalo menetapkan Kongres Biasa Pemilihan Ketua periode 2026-2030 akan berlangsung pada 24 Oktober 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat pengurus pada 2 September 2026.
Melalui surat bernomor 063/PSSI-GTO/SU/IX-2026 tertanggal 3 September 2026, panitia penyelenggara telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada seluruh pemangku kepentingan. Surat tersebut ditandatangani Pelaksana Tugas Sekretaris Umum PSSI Gorontalo, Laksana N. Wungguli.
Kapan Kongres Pemilihan Ketua PSSI Gorontalo Digelar?
Kongres dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026, merujuk pada Statuta PSSI Edisi 2025 Pasal 30 Ayat (2). Proses ini menjadi panggung bagi para kandidat untuk memperebutkan kursi ketua umum periode 2026-2030.
Sekretaris PSSI Gorontalo, Alan Wungguli, memastikan bahwa seluruh proses administrasi telah berjalan sesuai ketentuan organisasi.
"Pemberitahuan pelaksanaan Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Provinsi Gorontalo periode 2026-2030 telah disampaikan kepada anggota PSSI Gorontalo," kata Alan.
Siapa Saja yang Berhak Hadir dalam Kongres?
Undangan resmi ditujukan kepada Asosiasi Anggota PSSI Gorontalo serta klub dan lembaga yang terafiliasi dengan PSSI Gorontalo. Setiap elemen sepak bola di provinsi ini memiliki hak suara yang menentukan masa depan organisasi.
Selain itu, tembusan surat resmi turut disampaikan kepada Ketua Umum PSSI dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Gorontalo. Langkah ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan koordinasi antarlembaga olahraga.
Mengapa Kongres Ini Menjadi Penentu Arah Sepak Bola Gorontalo?
Kongres bian ini bukan sekadar agenda rutin pergantian kepengurusan. Hasil pemilihan akan menentukan figur yang dipercaya membawa kemajuan prestasi dan pembinaan usia muda di Gorontalo. Publik kini mulai mengarahkan perhatian pada figur-figur yang bakal bertarung dalam arena pemilihan nanti.
Kepemimpinan baru nantinya dituntut mampu merumuskan program pembinaan yang lebih konkret, baik di level klub maupun tim provinsi. Masa bakti empat tahun ke depan akan menjadi periode pembuktian bagi ketua terpilih dalam mengangkat pamor sepak bola Gorontalo di kancah nasional.