GORONTALO — Posisi Sulawesi Utara dalam peta energi nasional tidak bisa diremehkan. Data yang disampaikan dalam Renewable Energy Forum 2026 di Manado, Senin (10/8), menunjukkan bahwa provinsi ini tidak hanya bergantung pada satu sumber energi. Selain panas bumi yang menjadi tulang punggung, wilayah ini juga menyimpan potensi besar di sektor surya, angin, laut, bioenergi, dan hidro.
Angka 24 persen pasokan listrik dari panas bumi bukanlah capaian kecil. Ini membuktikan bahwa infrastruktur dan sumber daya manusia di Sulut sudah terbiasa mengelola teknologi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Pengalaman inilah yang menurut para pemangku kepentingan bisa menjadi modal untuk mengembangkan jenis energi terbarukan lainnya.
Peran Strategis Pengurus Baru METI Sulut
Forum yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus METI Wilayah Sulawesi Utara ini bukan sekadar seremonial. Organisasi yang melibatkan unsur pemerintah, industri, akademisi, serta 19 organisasi mahasiswa dan kepemudaan ini diharapkan menjadi jembatan antara investor dan mitra lokal.
“Sulawesi Utara menunjukkan bahwa potensi energi terbarukan dapat menjadi kekuatan daerah sekaligus bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan potensi yang besar dan pengalaman dalam pemanfaatan panas bumi, Sulawesi Utara dapat menjadi salah satu contoh bagaimana daerah berperan aktif dalam mendorong transisi energi,” ujar Direktur Proyek dan Operasi Pertamina NRE sekaligus Ketua Umum METI, Norman Ginting, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Norman menambahkan, keberadaan pengurus wilayah akan berfokus pada tiga hal utama. Pertama, sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Kedua, memfasilitasi investor yang ingin masuk ke proyek energi bersih di Sulut. Ketiga, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal agar siap mengelola proyek-proyek tersebut.
Mengapa Keterlibatan Generasi Muda Penting?
Forum ini secara khusus menyasar mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Kehadiran mereka dianggap penting karena transisi energi bukan proyek jangka pendek, melainkan investasi untuk beberapa dekade ke depan. Pertamina NRE dan METI ingin memastikan bahwa regenerasi tenaga ahli di sektor ini tidak terputus.
Kegiatan yang digelar bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dan Dewan Energi Mahasiswa Sulawesi Utara ini diharapkan melahirkan kader-kader yang paham soal kebijakan energi, teknologi pembangkit, hingga skema pendanaan proyek hijau. Dengan begitu, pengembangan energi terbarukan tidak lagi bergantung pada tenaga ahli dari luar daerah.
Langkah ini sejalan dengan target pemerintah yang terus mendorong porsi EBT dalam bauran energi nasional. Jika daerah-daerah lain bisa meniru langkah Sulut, percepatan transisi energi bukan lagi sekadar wacana di atas kertas, melainkan pekerjaan nyata yang sudah berjalan di lapangan.