Pencarian

Bank Dunia: Indonesia Simpan 277 GW Potensi Angin Lepas Pantai, dari Aceh hingga Sulawesi

Selasa, 09 Juni 2026 • 21:15:32 WIB
Bank Dunia: Indonesia Simpan 277 GW Potensi Angin Lepas Pantai, dari Aceh hingga Sulawesi
Potensi energi angin lepas pantai Indonesia mencapai 277 GW dari Aceh hingga Sulawesi.

GORONTALO — Data Bank Dunia mengungkapkan angka 277 GW itu bukan sekadar angka di atas kertas. Di perairan selatan Jawa, misalnya, kecepatan angin konsisten sepanjang tahun. Lokasi lain seperti Aceh, Natuna, Sulawesi, dan perairan timur Indonesia juga memiliki karakteristik serupa. Namun, belum ada proyek komersial offshore wind yang beroperasi di Indonesia.

Bobby Weliyanto, dari Alumni Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ALKA ITB), mengatakan potensi ini bisa mendukung empat aspek sekaligus: ketahanan energi, dekarbonisasi, elektrifikasi, dan pertumbuhan industri. "Kita ingin punya ketahanan energi yang baik, salah satunya dengan sustainable energy, renewable energy, karena enggak habis-habis," kata Bobby dalam diskusi Peringatan Hari Laut 2026 di Jakarta, Selasa (9/6).

Multiplier Effect dari 70 Jacket per Gigawatt

Bobby membandingkan proyek minyak dan gas dengan offshore wind. Satu TCF (triliun cubic feet) gas biasanya hanya membutuhkan satu jacket—kerangka besi pondasi di tengah laut. Sementara itu, satu GW proyek offshore wind bisa membutuhkan sekitar 70 jacket. "Jadi teman-teman fabrikasi akan penuh," ujarnya, meskipun biaya yang diperlukan lebih tinggi.

Dia mencontohkan Taiwan, yang sudah merasakan dampak industri dari pengembangan offshore wind. Jacket di sini berfungsi sebagai pondasi turbin pembangkit listrik di laut lepas. Semakin banyak jacket, semakin panjang rantai pasok yang terlibat, mulai dari pabrik baja hingga galangan kapal.

Risiko Gempa vs Ancaman Taifun

Indonesia memiliki keunggulan dibanding negara lain: risiko taifun atau badai siklon tropis yang bisa merusak turbin angin hampir tidak ada. Ini membuat biaya operasional lebih stabil. Namun, tantangan lain mengintai. Indonesia berada di Cincin Api Pasifik, sehingga risiko gempa bumi harus diperhitungkan dalam desain pondasi turbin.

Meski potensi besar, realisasi proyek offshore wind di Indonesia masih terganjal regulasi, investasi awal yang tinggi, dan infrastruktur pendukung. Tanpa langkah konkret, 277 GW itu akan tetap menjadi potensi yang tak tersentuh.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks