Pencarian

Belgia Bangkit di Piala Dunia 2026: Generasi Tua Jadi Kunci Kebangkitan di Perempat Final

Sabtu, 11 Juli 2026 • 00:02:31 WIB
Belgia Bangkit di Piala Dunia 2026: Generasi Tua Jadi Kunci Kebangkitan di Perempat Final
Kapten Youri Tielemans menjadi pahlawan comeback Belgia melawan Senegal di Piala Dunia 2026.

GORONTALO — Ketika Piala Dunia 2026 dimulai 30 hari lalu, Belgia nyaris tidak dianggap sebagai kandidat juara. Kehilangan bintang-bintang seperti Eden Hazard, Vincent Kompany, dan Marouane Fellaini membuat skuad ini diragukan. Namun, setelah nyaris tersingkir di babak 32 besar saat tertinggal 2-0 dari Senegal hingga menit ke-85, The Red Devils bangkit dengan kemenangan comeback yang legendaris.

Kebangkitan dari Keterpurukan

Kemenangan dramatis atas Senegal menjadi titik balik. Tertinggal dua gol hingga 5 menit sebelum waktu normal berakhir, Belgia mencetak tiga gol balasan untuk memenangkan pertandingan. Kapten Youri Tielemans menjadi pahlawan dengan dua golnya, termasuk gol penyeimbang dan gol kemenangan.

Kemenangan itu kemudian diikuti oleh penampilan dominan melawan Amerika Serikat di kandang mereka sendiri. Belgia menang telak 4-1, menjadikannya salah satu penampilan terbaik turnamen sejauh ini.

Peran Vital Para "Veteran" ala Rudi Garcia

Pelatih Rudi Garcia dengan tegas menolak label "veteran" untuk pemain seniornya. "Saya benar-benar tidak tahan ketika empat pemimpin saya disebut 'veteran'," ujarnya. "Jika Anda beruntung memiliki pemain sekaliber ini, dukunglah mereka. Inilah yang bisa dilakukan oleh pemain tua Belgia."

Thibaut Courtois, 34 tahun, menjadi satu-satunya pilar dari era emas yang bermain penuh di setiap laga. Sementara itu, Romelu Lukaku (33 tahun) mencetak tiga gol meski hanya bermain kurang dari 50% menit, sering masuk sebagai pemain pengganti yang memanfaatkan pertahanan lawan yang kelelahan.

Axel Witsel (37 tahun) hanya dimainkan satu menit saat melawan AS, sementara Kevin De Bruyne (35 tahun) mengalami cedera saat melawan Senegal. Sejak kepergian De Bruyne, Belgia justru memenangkan dua laga dan mencetak tujuh gol dalam 130 menit permainan.

Generasi Baru Mulai Bersinar

Kontribusi pemain muda mulai terasa. Leandro Trossard dari Arsenal menjadi kreator terbanyak turnamen dengan 17 peluang tercipta, serta dua gol dan dua assist. Charles de Ketelaere, penyerang Atalanta berusia 25 tahun, mencetak dua gol dan satu assist sambil membuka ruang bagi pemain sayap.

Youri Tielemans, yang kini menjadi kapten, mencetak gol penyeimbang dan gol kemenangan kontra Senegal. Hans Vanaken, gelandang Club Brugge berusia 33 tahun yang belum pernah bermain di luar Belgia, juga menyumbang satu gol dan dua assist.

Komunikasi Jadi Kunci Kebangkitan

Belgia tampil solid berkat komunikasi yang baik antara pemain senior dan junior. Meski Courtois masih menjadi andalan di bawah mistar, peran De Bruyne, Lukaku, dan Witsel kini lebih difokuskan pada momen-momen krusial, bukan menjadi tulang punggung permainan tim secara keseluruhan.

Sejauh ini, Garcia dan Belgia berhasil mengelola transisi generasi lebih baik dibandingkan banyak tim lain yang mulai ditinggalkan bintang-bintangnya. Kini, hadangan Spanyol di perempat final akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kebangkitan The Red Devils.

Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks