Pencarian

Harga Emas Antam 1 Juni 2026 Stagnan di Rp 2,799 Juta per Gram, Masih Jauh dari Rekor Tertinggi

Senin, 01 Juni 2026 • 13:35:01 WIB
Harga Emas Antam 1 Juni 2026 Stagnan di Rp 2,799 Juta per Gram, Masih Jauh dari Rekor Tertinggi
Harga emas Antam per gram stagnan di Rp 2,799 juta pada 1 Juni 2026.

GORONTALO — Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, unit bisnis Antam, harga emas ukuran satu gram bertahan di Rp 2.799.000. Harga jual kembali (buyback) yang menjadi patokan jika investor ingin mencairkan emasnya juga ikut diam di Rp 2.609.000 per gram. Artinya, selisih antara harga beli dan jual kembali saat ini mencapai Rp 190.000 per gram.

Meski stagnan, harga saat ini masih terpaut cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa yang dicetak Antam pada 29 Januari 2026 lalu. Kala itu, harga emas sempat menyentuh level Rp 3.168.000 per gram, dengan buyback di angka Rp 2.989.000 per gram. Artinya, harga emas saat ini sudah turun sekitar 11,6% dari puncaknya di awal tahun.

Daftar Harga Emas Antam 1 Juni 2026

Antam menjual emas dalam berbagai pecahan. Untuk investor ritel, berikut rincian harga lengkapnya per Senin ini:

  • 0,5 gram: Rp 1.449.500
  • 1 gram: Rp 2.799.000
  • 5 gram: Rp 13.810.000
  • 10 gram: Rp 27.540.000
  • 100 gram: Rp 274.260.000
  • 1000 gram: Rp 2.739.600.000

Analis Global Optimistis, Pasar Masih Ragu

Di pasar global, prospek emas pekan ini diwarnai sentimen yang terbelah. Survei mingguan Kitco News menunjukkan, mayoritas analis Wall Street optimistis harga emas akan naik. Sebanyak 75% dari 12 analis yang disurvei memprediksi kenaikan dalam jangka pendek.

Namun, sentimen berbeda justru datang dari pelaku pasar ritel. Dari 39 suara dalam jajak pendapat Kitco, hanya 44% yang optimistis harga emas naik. Sebaliknya, 26% memprediksi harga akan kembali tertekan, dan 31% sisanya melihat harga akan bergerak mendatar. Perbedaan pandangan ini mencerminkan ketidakpastian pasar terhadap arah kebijakan moneter global.

Gencatan Senjata Iran-AS Dongkrak Sentimen

Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, melihat perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran sebagai katalis positif. Menurutnya, situasi ini mengurangi risiko likuidasi besar-besaran oleh negara eksportir minyak yang biasa terjadi saat konflik memanas.

"Pergerakan harga emas di atas area US$ 4.585 akan meningkatkan sentimen secara teknikal," ujar Chandler, seperti dikutip Kitco, Senin (1/6/2026). Ia menambahkan, harga emas berhasil pulih setelah sempat jatuh di bawah rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya dalam dua tahun, dan kini kembali bertengger di atas US$ 4.543.

Sementara itu, Kepala Investasi Zaye Capital Markets, Naeem Aslam, menilai posisi emas saat ini kuat tetapi sensitif. "Pasar menyeimbangkan dua sinyal yang saling bertentangan: tekanan geopolitik yang lebih rendah dan tekanan inflasi yang masih tinggi," jelasnya. Ia juga menyoroti data ekonomi AS yang solid, termasuk proyeksi pertumbuhan PDB kuartal saat ini sebesar 3,8% versi The Fed Atlanta, yang bisa menekan daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks