Pencarian

Banjir Bandang Biau Gorontalo Utara Rendam 5 Desa, 3.034 Jiwa Terdampak — Wagub Pastikan Dapur Umum Beroperasi

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:03:44 WIB
Banjir Bandang Biau Gorontalo Utara Rendam 5 Desa, 3.034 Jiwa Terdampak — Wagub Pastikan Dapur Umum Beroperasi
Wagub Gorontalo Utara tinjau dapur umum yang melayani 3.000 jiwa korban banjir bandang di Kecamatan Biau.

GORONTALO UTARA — Lima desa di Kecamatan Biau harus menerima dampak paling parah dari banjir bandang yang melanda wilayah itu. Data Posko Tagana Dinas Sosial dan Dukcapil Provinsi Gorontalo mencatat Desa Didingga menjadi yang terparah dengan 200 kepala keluarga (269 jiwa) terdampak. Disusul Desa Bualo sebanyak 212 KK (771 jiwa), Desa Omuto 168 KK (562 jiwa), Desa Biau 188 KK (717 jiwa), dan Desa Luhuto 52 KK (715 jiwa).

Dapur Umum Layani 3.000 Jiwa Sejak Hari Pertama

Wagub Idah memastikan dapur umum sudah beroperasi sejak hari pertama banjir dan saat ini melayani kurang lebih 3.000 penerima manfaat. Pemerintah juga menyalurkan bantuan air bersih layak konsumsi untuk membantu masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.

“Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama pemerintah kabupaten terus berupaya memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Idah saat meninjau lokasi.

Wagub Temukan Bronjong Sungai Digunting, Batu Dijual

Dalam kunjungannya, Wagub Idah bersama Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu mendatangi sejumlah titik strategis. Ia mengaku mendapat informasi adanya kawat bronjong yang digunting lalu batunya dijual oleh oknum tak bertanggung jawab. Menurutnya, tindakan ini bisa menyebabkan longsor dan memicu banjir susulan.

“Saya mohon masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas yang sudah dibangun pemerintah karena dampaknya untuk kita semua,” tegasnya.

Ibu Melahirkan Normal di Puskesmas Biau Saat Banjir

Di Puskesmas Biau, Wagub Idah menyempatkan diri bertemu dengan seorang warga yang melahirkan secara normal di tengah situasi banjir. Ia juga meninjau SMP Negeri 1 Biau yang turut terdampak akibat banjir bandang. Kunjungan pertama dilakukan ke kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang dihuni 54 kepala keluarga untuk berdialog langsung dengan warga.

Pemerintah mengajak masyarakat dan para pelaku usaha untuk turut membantu meringankan beban korban banjir. Wagub menegaskan upaya penanganan darurat terus dilakukan, terutama untuk memastikan kebutuhan pangan dan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Bagikan
Sumber: berita.gorontaloprov.go.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks