GORONTALO UTARA — Hujan deras selama hampir dua jam, dari pukul 15.30 hingga 17.20 WITA, memicu banjir bandang yang menghantam permukiman di Kecamatan Biau. Air bercampur lumpur masuk ke dalam rumah dan menghanyutkan sejumlah barang milik warga. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan arus deras serta suara histeris penghuni yang khawatir debit air terus naik.
Lima Desa Terdampak, Bualo Paling Parah
Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Provinsi Gorontalo, Desa Bualo mencatat jumlah rumah terdampak terbanyak, yaitu 132 unit. Disusul Desa Biau sebanyak 122 unit, Desa Didingga 115 unit, Desa Omuto 85 unit, dan Desa Luhuto sebanyak 75 unit. Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Tahir Laendeng, mengonfirmasi total 529 kepala keluarga menjadi korban dalam peristiwa ini.
Banjir Surut, Material Lumpur dan Kayu Masih Menumpuk
BPBD Provinsi Gorontalo melaporkan bahwa banjir telah berangsur surut. Namun, kondisi terkini di lapangan masih menyisakan material kayu dan lumpur yang menumpuk di dalam rumah warga serta di jalan lingkungan. Proses pembersihan massal belum bisa dilakukan karena peralatan masih terbatas di lokasi.
Bupati Turun Langsung, Dapur Umum Jadi Prioritas
Pada malam takbiran Iduladha, Bupati Gorontalo Utara langsung turun ke lokasi bencana. Ia memilih menginap di lapangan untuk memastikan pembangunan dapur umum berjalan cepat. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Sosial, TNI/Polri, Tagana, hingga Balai Wilayah Sungai Sulawesi II bersinergi melakukan penanganan darurat.
Bagaimana Proses Evakuasi Warga?
BPBD Provinsi Gorontalo berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Gorontalo Utara untuk proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, tetapi warga masih membutuhkan bantuan logistik, terutama makanan siap saji dan air bersih.