POHUWATO — Kabut asap akibat kebakaran hutan di Kalimantan mulai terasa di sejumlah wilayah Gorontalo. Menyikapi kondisi tersebut, sejumlah instansi di Kecamatan Patilanggio bergerak cepat membagikan masker kepada warga dan pengguna jalan.
Pembagian dipusatkan di Jalan Trans Sulawesi, Desa Suka Makmur. Total ada kurang lebih 1.000 masker yang dibagikan dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi lintas sektor ini melibatkan Puskesmas Patilanggio, pemerintah kecamatan, Polsek Patilanggio, pemerintah desa, dan KNPI. Mereka bahu-membahu menurunkan petugas ke titik pembagian masker.
Abdul Bahri Nggule, Kepala Tata Usaha Puskesmas Patilanggio, menyebut kegiatan ini muncul atas keterpanggilan hati melihat kondisi asap yang kian meluas.
"Ini langkah antisipatif dari kami. Kita melihat di daerah lain efek yang diakibatkan oleh asap kebakaran hutan ini sudah dirasakan oleh masyarakat. Kami tidak ingin hal itu juga dialami oleh masyarakat Gorontalo khususnya di Pohuwato," ucapnya.
Kabut asap kiriman dari kebakaran hutan Kalimantan belakangan ini mulai terlihat di wilayah Gorontalo. Pemerintah meminta masyarakat menggunakan masker untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
Puskesmas Patilanggio menilai langkah pembagian masker sebagai bentuk pencegahan dini. Warga yang hendak beraktivitas di luar ruangan diimbau memakai masker, terutama saat berada di jalan raya.
Agenda pembagian masker tidak berhenti di jalan raya. Abdul Bahri menuturkan rencana perluasan kegiatan ini ke sejumlah titik lain.
"Tentu kedepannya bakal berlanjut. Kami rencananya bakal menyasar ke sekolah-sekolah dan masyarakat desa yg terdampak," imbuhnya.
Langkah tersebut menyasar kelompok rentan, termasuk pelajar yang beraktivitas di luar ruangan setiap hari. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai jumlah warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap di Pohuwato.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami keluhan pernapasan.